Astaghfirullah,Kamar Mandi Masjid Pamekasan Juga Ditemukan Lambang PKI

Terbit: 10 Februari 2017 | 02:20 WIB

MADURAEXPOSE.COM–TNI dari Kodim 0826 Pamekasan, Jawa Timur, menemukan lambang Partai Komunis Indonesia (PKI) berupa palu dan arit, terpasang di sekitar lingkungan pondok pesantren di wilayah itu. Lambang organisasi terlarang ini ditemukan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Proppo dan Kecamatan Palengaan.

“Petugas gabungan dari unsur TNI dan polisi telah membersihkan lambang PKI berupa palu arit itu,” kata Kasubag Humas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki, di Pamekasan, Kamis (8/2).

Di Kecamatan Proppo, lambang PKI ditemukan terpajang di kamar mandi masjid di Desa Bilaan dan jembatan, tak jauh dari Pondok Pesantren Darut Tauhid asuhan KH Ali Karrar Shinhaji. Sedangkan di Kecamatan Palengaan, lambang PKI secara tiba-tiba ditemukan terpajang di sekitar Pondok Pesantren Banyuanyar, Pamekasan.

Selain petugas gabungan, pengasuh Pondok Pesantren Darut Tauhid KH Ali Karrar juga ikut membersihkan lambang PKI yang dipasang di kamar mandi masjid dan di jembatan jalan umum di desa itu. Saat ini, polisi dan TNI terus melakukan pemantauan atas kemungkinan penyebaran lambang organisasi terlarang itu di daerah lainnya.

Sebagian masyarakat menduga, menyebarnya lambang PKI yang dipasang dengan cara dicat itu, merupakan upaya oknun yang tidak bertanggung jawab untuk memperkeruh suasana.[ROL]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Sembilan Jam Pamekasan dalam Bidikan Korsubgah KPK

Terbit: 10 April 2026 | 05:00 WIB MADURAEXPOSE.COM – PAMEKASAN – Pertemuan tertutup selama sembilan jam antara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dengan Pemerintah Kabupaten Pamekasan di Pendopo Ronggosukowati menjadi sinyal…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *