Pasca Tragedi Maut , Warga Takut Sekolahkan Anaknya di Penerbangan Bandara Trunojoyo

Terbit: 20 September 2014 | 09:51 WIB

Sumenep (MaduraExpose.com)- Pasca terjadinya tragedy maut yang menewaskan Haris Yondi (21) pilot pelajar asal Waru, Sidoarjo dalam latihannya dengan menggunakan pesawat milik PT. Merpati Pilot School (MPS) di Bandara Trunojoyo kemarin, membuat sejumlah warga Sumenep mengaku takut menyekolahkan anaknya dipenerbangan Bandara Trunojoyo.

“Terlepas apakah karena kecelakaan pesawat atau ada kaitannya dengan penanggung jawab Bandara Trnujoyo, setelah kami mendengar ada pilot tewas saat menerbangkan pesawat latih, kami berpikir seribu kali untuk menyekolahkan anak kami”, ujar H.Heri tokoh masyarakat Dapil 3 Sumenep, Sabtu (20/9/2014).

Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumenep menyikapi hal tersebut mengungkapkan kepada awak media, jatuhnya pesawat latih Merpati Pilot School (MPS) murni diduga kecelakaan pesawat dan bukan karena kondisi Bandara Trunojoyo Sumenep.
“Terbukti sekolah penerbangan di Sumenep sudah tiga tahun berjalan . Kejadian (pilot tewas) ini bukan karena kondisi bandara,” tegasnya.

Ferbruari 2014 lalu, Pemkab Sumenep melakukan kontrak kerjasama dengan beberapa maskapai penerbangan di tanah air, termasuk dengan pihak lembaga penerbangan Pemerintah Malaysia. Kontrak kerjasama telah ditandatangani Bupati Sumenep, A Busyro Karim atasnama Bandara Trunojoyo dengan pihak Trans Asia Pacific Flight Training (APFT) Malaysia.

Selain dipersiapkan menjadi penerbangan komersial, Bandara Trunojoyo bakal dijadikan sebagai sekolah calon pilot Trans Asia Pacific Flight Training (APFT) Malaysia yang akan ditempatkan di Bandara Trunojoyo Sumenep.

Namun sayangnya, seorang pilot asal Waru, Sidoarjo harus meregang nyawa saat setelah menerbangkan pesawat latih di Bandara Trunojoyo, Saat menunggangi pesawat Pesawat jenis PK-MSN, korban yang diketahui bernama Haris Yondi (21) pilot pelajar asal Waru, Sidoarjo itu dibiarkan terbang sendirian tanpa ditemani pelatih ahli seperti disampaikan Dwi Aryanto, Kepala Satuan Kerja Bandara Trunojoyo Sumenep.

Haris tewas setelah pesawat milik PT. Merpati Pilot School (MPS) di pacu dari Bandara Trunojoyo Sumenep hingga akhirnya tersungkur jatuh di kawasan persawahan Desa Marengan Daya, Kecamatan Kota Sumenep, Jumat (19/9/2014) kemarin.
(d2k/fer/bbs)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *