![Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah usul verifikasi biometrik (sidik jari & retina) untuk beli gas elpiji 3 kg guna hemat anggaran. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1775492774/said-abdullah-usul-retina-mata-elpiji-3kg_rs43fv.jpg)
JAKARTA, MaduraExpose.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melemparkan usulan revolusioner guna membendung kebocoran subsidi energi yang kian membengkak. Politisi asal Sumenep, Madura, ini mendesak pemerintah untuk menerapkan sistem verifikasi biometrik—mulai dari sidik jari hingga pemindaian retina mata—bagi setiap warga yang hendak membeli gas elpiji tabung 3 kilogram (kg).
Langkah ekstrem ini dinilai Said sebagai solusi konkret untuk memastikan subsidi benar-benar mendarat di tangan masyarakat yang berhak (targeted), bukan justru dinikmati oleh kelompok mampu yang selama ini dianggap “mencuri” hak warga miskin.
Efisiensi Anggaran: Potong 3,2 Juta Penerima ‘Siluman’ Dalam perspektif administrasi publik dan manajemen anggaran, Said Abdullah menyoroti adanya diskrepansi data yang cukup tajam. Berdasarkan kalkulasi Banggar, dari pagu saat ini yang mencakup 8,6 juta penerima, sebenarnya hanya 5,4 juta yang dinyatakan benar-benar layak mendapatkan subsidi.
“Caranya bukan sekadar pemerintah punya data sentral, tetapi lakukanlah dengan sidik jari atau retina mata bagi orang yang berhak. Kita tidak boleh sia-sia menghambur-hamburkan anggaran,” tegas Said saat ditemui di Gedung DPR RI, Senin (06/04/2026).
Menolak Pengurangan Subsidi BBM Berbeda dengan usulan Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK) yang menyarankan pengurangan subsidi BBM untuk menekan defisit APBN, Said Abdullah justru berdiri di garda terdepan untuk menolaknya. Baginya, menyentuh harga BBM bersubsidi saat ini bukanlah langkah yang make sense (masuk akal) karena dampak inflasinya akan sangat memukul rakyat kecil.
Said lebih menyarankan pemerintah untuk melakukan rasionalisasi pada sektor gas melon yang distribusinya masih karut-marut. Menurutnya, pemanfaatan teknologi biometrik jauh lebih efektif ketimbang sekadar mengandalkan basis data manual yang rentan dimanipulasi di lapangan.
Argumentasi Said ini sekaligus menjadi antitesis terhadap kekhawatiran JK soal tumpukan utang akibat subsidi energi. Said meminta pemerintah untuk tidak “kebakaran jenggot” saat harga minyak dunia bergejolak, melainkan tetap tenang dengan melakukan penyesuaian pada harga BBM non-subsidi sambil terus menghitung dampak inflatoirnya secara cermat.(*)
Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)