Forum Silaturahmi Masyarakat Indonesia di Jerman Dukung Aksi 212

Terbit: 29 November 2016 | 22:20 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Forum silaturahmi masyarakat Indonesia di Frankfurt, Jerman, menyampaikan sebuah pesan “Risalah Frankfurt untuk Tanah Air”. Risalah tersebut terdiri dari beberapa hal, pertama yakni meminta pemerintah Indonesia selalu mengedepankan kepentingan rakyat.

Pemerintah juga diminta menjauhkan hal-hal yang merugikan negara dalam membangun hubungan bilateral dengan berbagai negara. Meski berada jauh di Frankfurt, forum tersebut juga ikut memantau kasus penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

“Mendesak kepada para penegak hukum Indonesia untuk bersikap tegas terhadap pelaku penista agama dan menjalankan proses hukum secara berkeadilan, transparan, cepat dan memperhatikan rasa keadilan masyarakat luas,” ujar Ketua Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Jerman Raya Ridho Al-Hamdi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/11).

Terlebih lagi, kata dia, penistaan yang dilakukan oleh kepala daerah karena kepala daerah merupakan pemimpin dan teladan bagi rakyatnya. Pihaknya mendukung segala bentuk aksi unjuk rasa secara damai yang dilakukan oleh warga negara Indonesia baik yang sudah dilakukan maupun aksi yang akan dilaksanakan 2 Desember 2016.

Sebab aksi unjuk rasa adalah bagian dari hak setiap warga negara untuk menyatakan kebebasan berpendapat dengan tetap menjaga prinsip perdamaian, persatuan, moralitas dan kebinnekaan.

Ketua Masjid Indonesia Frankfurt, Jerman Tito Prabowo mengajak setiap warga negara Indonesia untuk bersikap kritis terhadap segala bentuk propaganda yang dapat memecah belah NKRI dengan strategi divide et impera gaya baru, serta mengawal sila ketiga Pancasila Persatuan Indonesia sebagai modal sebuah bangsa yang besar.

Dia menyebut Indonesia adalah negara Muslim terbesar di dunia. Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia setelah India dan Amerika. Indonesia adalah negara dengan sumber daya alam luar biasa bahkan dunia pun iri dengan kekayaan yang kita miliki tak terkecuali Jerman.

Namun, Tito melihat kondisi akhir-akhir ini seolah menjauhkan masyarakat Indonesia dari cita-cita sila kelima Pancasila yang berbunyi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, maupun gagasan Trisakti Bung Karno yakni berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, berkepribadian secara budaya. [ROL]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kasus Air Keras KontraS: Polri Kantongi Rekaman CCTV dan Periksa Dua Saksi Kunci!

Terbit: 14 Maret 2026 | 09:38 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Mabes Polri) mengonfirmasi perkembangan signifikan dalam penyelidikan kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis…

Polisi Buru Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS: Jejak ‘OTK’ di Salemba Mulai Terkuak!

Terbit: 13 Maret 2026 | 22:25 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi menyatakan telah memulai penyelidikan menyeluruh atas kasus penyiraman cairan berbahaya yang menimpa Wakil Koordinator…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *