Satpam RSUD Pamekasan Halangi Tugas Jurnalis

Terbit: 10 September 2014 | 13:50 WIB

Pamekasan (MaduraExpose.com)- Di era keterbukaan informasi public yang tengah digalakkan pemerintah saat ini,ternyata dalam praktiknya belum sepenuhnya dipahami oleh seluruh lapisan masyarakat.

Terbukti, seorang Satpam RSUD Dr.H.Slamet Martodirjo Pamekasan diduga bertindak tidak sopan dan berusaha menghalang-halangi sejumlah wartawan yang tengah menjalankan tugas Jurnalistik, Rabu (10/9/2014).

Kejadiannya bermula saat sejumlah keluarga pasien hendak menjenguk keluarganya yang terbaring sakit dirumah sakit tersebut. Hari ini, seperti dilaporkan koresponden MaduraExpose.com di Pamekasan, berdasarkan keterangan beberapa Satpam bahwa jam besuk ditutup pukul 12.00 wib hingga sore.

Itu terlihat setelah sejumlah satpam berseragam dongker menghalau para penjenguk supaya cepat keluar dari kamar pasien. Tindakan itu diikuti beberapa satpam lainnya.

Namun, pada pukul 12:14 wib, saat jam besuk benar-benar ditutup, justru masih ada seseorang yang tetap berkeinginan besuk keluarganya di lantai II RSUD Dr.H.Slamet Martodirjo.
“Anehnya, orang tersebut justru diperbolehkan masuk. Katanya sudah jam tutup”, ujar Hamidi, warga Pamekasan kepada MaduraExpose.com.

Diduga telah terjadi pungutan liar hingga diwaktu besuk yang sudah tutup, seorang pengunjung bebas melenggang memasuki kamar pasien setelah sebelumnya melakukan komunikasi dengan petugas security.

Apakah ini pungli?

“Mungkin saja”, imbuhnya.

peristiwa tersebut sempat di abadikan dalam kamera wartawan. Gila, para security RSUD yang berbaju putih malah mengejar jurnalis sambil mengumpat dengan kata-kata kasar.

“Siapa kamu,dan apa kapasitasmu,apakah kamu wartawan, LSM, Anggota Polisi? Ayo lawan aku. Namaku ARDIONO” timpalnya menirukan ucapan oknum security RSUD Dr.H.Slamet Martodirjo.

Securty yang mengaku bernama ARDIONO itu juga merampas Handphone, kamera wartawan yang bertugas sambil terus mengumpat dengan sikap angkuh.

Halili, warga Pakong, Pamekasan yang berada di TKP membenarkan pola tingkah sekuriti yang tidak sopan tersebut. Menurutnya, peristiwa masuknya pasien di saat jam tutup itu, lanjutnya, bukan hanya sekali ini saja. Indikasinya malah sering terjadi. Motifnya, keluarga pasien bisa masuk dengan ‘memberi tip’ terlebih dahulu kepada petugas security.

Hingga berita ini diturunkan, konfirmasi terkait oknum security RSUD Dr.H.Slamet Martodirjo belum bisa dilakukan.

“Kita berharap Pak Farid, Direktur RSUD Pamekasan menindak tegas oknumnya yang melecehkan tugas wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik”, ujar seorang Reporter Radio yang meminta identitasnya tidak dimunculkan. (hmd/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *