Megawati Tutup Rakernas I PDIP dengan Mandat Siaga Bencana dan Lingkungan

Terbit: 13 Januari 2026 | 22:42 WIB

MaduraExpose.com – PDI Perjuangan resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I tahun 2026 di Beach City International Stadium (BCIS), Ancol, Senin (12/1/2026). Di bawah kepemimpinan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, penutupan ini memberikan sinyal kuat bahwa partai berlambang banteng tersebut mulai menggeser fokus dari sekadar kerja elektoral menuju kerja kemanusiaan dan ekologi.

Momen simbolis terjadi saat Ketua Bidang Ekonomi Kreatif DPP PDIP, M. Prananda Prabowo, bersama Ketua DPP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani, menyerahkan Tas Siaga Bencana (TSB) dan bibit pohon kepada 38 Ketua DPD PDIP dari seluruh Indonesia.


Politik Hijau dan Mitigasi Bencana

Penyerahan bibit pohon dan tas bencana bukan sekadar seremoni. Ini adalah instruksi langsung dari Megawati agar kader partai hadir sebagai garda terdepan dalam mitigasi bencana dan pelestarian alam. Acara ini diawali dengan tari teatrikal Memayu Hayuning Bawono, sebuah filosofi Jawa yang bermakna mempercantik keindahan dunia melalui keharmonisan antara manusia dan alam.

Megawati secara konsisten mendorong setiap keluarga, terutama di wilayah rawan, untuk memiliki Tas Siaga Bencana. Tas ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan dasar selama 72 jam pertama pascabencana, meliputi:

  • Makanan siap saji dan air minum.

  • Obat-obatan pribadi dan kotak P3K.

  • Pakaian dan dokumen penting.

  • Alat bantu penerangan dan komunikasi.


Belajar dari Jepang: Visi Infrastruktur Kebencanaan

Dalam pidatonya, Megawati menekankan agar Indonesia mulai mengadopsi standar kedisiplinan Jepang dalam menghadapi bencana. Ia menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur komprehensif seperti:

  1. Tanggul Laut (Seawall): Untuk perlindungan wilayah pesisir.

  2. Sistem Peringatan Dini (Early Warning System): Yang mutakhir dan terintegrasi.

  3. Protokol Evakuasi: Jalur evakuasi yang jelas dan simulasi keselamatan yang rutin.

“Tingkat kedisiplinan dan kesiapsiagaan yang tinggi terbukti mampu meminimalkan jumlah korban jiwa saat bencana terjadi,” tegas Megawati.

Simbolisme “Menoleh ke Belakang”

Usai penyerahan, suasana hangat menyelimuti sesi foto bersama. Ada momen unik saat 38 Ketua DPD melakukan pose menoleh ke belakang. Pose ini merefleksikan penghormatan terhadap sejarah bangsa sekaligus kewaspadaan terhadap tantangan masa depan.

“Dengan mengucap alhamdulillah, maka Rakernas I PDI Perjuangan ditutup dengan resmi,” ucap Megawati yang disambut pekikan “Merdeka!” oleh ribuan kader.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Siasat Ganda Prabowo: Tarik Utang Rp781 Triliun, Gandeng China ‘Sulap’ Sampah Jadi Cuan!

Terbit: 13 Maret 2026 | 20:25 WIB JAKARTA, MaduraExpose.com – Pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto mulai memetakan arsitektur keuangan negara yang agresif sekaligus taktis untuk tahun anggaran mendatang.…

Tiket Terakhir Sekda: Tiga Kepala Dinas dalam ‘Genggaman’ Bupati Fauzi

Terbit: 23 Februari 2026 | 01:13 WIB MADURA EXPOSE, SUMENEP – Teka-teki mengenai siapa yang akan menduduki kursi jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep akhirnya memasuki babak krusial. Setelah melalui…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *