Dinilai Tak Becus Tangani Kasus Toni, Polres Sumenep di Demo

Terbit: 25 Januari 2016 | 11:41 WIB

Sumenep (Madura Expose)—Merasa kecewa terhadap penanganan kasus penyiksaan terhadap anak usia dibawah umur, yakni Ahmad Fahrul Futoni alias Toni (16) salah satu siswa kelas 2 IPA di SMA Negeri 2 Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Effendy, Korlap aksi dari LSM Lidik Hukum & HAM dalam orasinya mengatakan, kedatangannya ke Polres Sumenep untuk menanyakan keseriusan penyidik Polres dalam menangani kasus penganiayaan berencana dengan cara menggoreng tangan korban.

“Kami datang kesini untuk mendesak penyidik kepolisian yang belum menetapkan seluruh pelaku penganiayaan terhadap Toni. Sudah jelas, otak pelakunya oknum pengacara. Apakah polisi takut membela korban karena dari keluarga miskin?”, ujar Effendy didepan ratusan aparat kepolisian yang berjaga ketat menutup akses pintu masuk Mapolres Sumenep, Senin (25/1/2016).

Aktivis yang lebih karib dipanggil Pepeng ini meminta seluruh aparat kepolisian untuk buka mata hati dan nurani terhadap kasus yang menimpa Toni, yang saat ini terancam mengalami cacat seumur hidup.

“Kenapa polisi sangat lamban menangkap para pelaku kejahatan yang telah menggoreng tangan Toni anak dibawah umur. Apak polisi Sumenep takut bersikap adil karena pelakunya diduga seorang oknum pengacara?”, tandasnya menambahkan.

Pihaknya bersama simpatisan kasus Toni mengancam akan melaporkan kasus ini kepada Presiden Jokowi, Kapolri dan Komnas Perlindungan Anak supaya Kapolres dan Kasatreskrim Polres Sumenep segera dicopot dari jabatannya.
DEMO-POLRES
Sementara Kasubag Humas Polres AKP Hasanuddin kepada awak media mengatakan, pihak kepolisian terus melakukan penyelidikan terhadap pelaku kasus toni, anak dibawah umur yang menjadi korban penganiayaan berencana yang diduga dilakukan oleh oknum pengacara cs.

[syf/fer]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *