Inilah Keajaiban Sholat Shubuh

Terbit: 20 Januari 2016 | 04:12 WIB

————-Sebuah ikhtiar dalam menguak Menguak Misteri dalam Kemuliaan Sholat Shubuh——-
MADURA EXPOSE—Sungguh, masjid-masjid di seluruh penjuru dunia ini merintih pedih dan mengeluh kepada Alloh karena dijauhi oleh mayoritas kaum muslimin ketika sholat Subuh tengah dilaksanakan. Kalau bukan karena ketentuan Alloh bahwa benda-benda mati itu tidak bisa bicara, tentu manusia dapat mendengar suara rintihan dan gemuruh tangis masjid-masjid itu mengadu kepada Robbnya YangAgung.

Masjid-masjid itu semakin merintih tatkala di waktu jamaah sholat Subuh ditegakkan, keadaan dirinya laksana “panti jompo” saja, karena hanya dihadiri oleh orang-orang yang telah lanjut usia, itu pun hanya beberapa gelintir orang saja. Di manakah kaum muda kita? Di manakah mereka, yang begitu bersemangat menghadiri jamaah sholat Jumat, namun merasa berat dan malas tatkala menghadiri jamaah sholat Subuh di waktu pagi buta itu? Tidak tahukah mereka bahwa Rasul SAW telah bersabda, “Sholat yang paling berat bagi orang-orangmunafikadalah sholat Isyakdan Subuh” (HR.Ahmad)

Buku ini disusun dilatar belakangi oleh keprihatinan penulis tentang diremehkannya pelaksanaan sholat Subuh oleh umat Islam, padahal di dalamnya terkandung kemuliaan yang agung. Buku ini berusaha mengungkap keajaiban dan misteri kemuliaan yang ada di balik pelaksanaan sholat Subuh. Dalam buku ini juga dimuat beberapa kiat praktis untuk menggugah diri agar merasa enteng menghadiri jamaah sholat Subuh. Sebuah buku praktis dan penting untuk dimiliki oleh kaum muslimin dimana pun saja berada.

(less/goodreads)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

    Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

    Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

    Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *