Tambang Pasir di Sumenep, Warga Pamekasan diringkus

Terbit: 30 Oktober 2015 | 02:07 WIB

Maduraexpose.com- Sebuah perahu mesin yang diduga bermuatan pasir ilegal seberat 20 ton Latif, milik warga Pademawu, Pamekasan tertangkap aparat kepolisian di perairan Pulau Giligenting, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Kamis (29/10/2015).

Perahu yang diberi nama Kare Kadung itu ditangkap Satuan Polisi Air (Satpol Air) Polres Sumenep karena diduga menambang pasir secara ilegal di Pulau Pandan, Kecamatan Giligenting, Sumenep. Perahu bermuatan 20 ton pasir ini langsung digelandang ke Markas Polair Kalianget beserta dua orang anak buah kapal (ABK) perahu untuk diperiksa lebih intensif.

Dua ABK tersebut diketahui bernama Jumali (40) dan Latif (45) pemilik perahu. Mereka langsung diamankan petugas beserta perahu mesin bermuatan pasir yang diduga hasil tambang ilegal dikepulauan Giligenting, Sumenep, Jawa Timur.

“Dua ABK ini semuanya berasal dari Desa Pademawu, Pamekasan”, terang Kapolres Sumenep, Ajun Komisari Besar Polisi Radita Dewayana, melalui Kasubag humas AKP Hasanuddin.

Mantan Kapolsek Ganding ini menjelaskan, perahu mesin Kare Kadung tertangkap petugas saat melakukan penambangan pasir di tengah laut. Penambangan pasir itu dilakukan dengan cara menggunakan alat penyedot dari atas perahu mesin.
“Penangkapan itu berawal dari patroli rutin petugas di Perairan Pulau Pandan, Giligenting. Petugas memergoki adanya perahu menyedot pasir dari laut”, imbuhnya kepada awak media.
(bbs/mex/fer)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *