99 Hari Kerja Bupati Sumenep, Petani Rumput Laut Menjerit…!!!

Terbit: 25 Mei 2016 | 00:05 WIB

MADURA EXPOSE– Anjloknya harga rumput laut ditingkatan nelayan, terutama yang hidup dikawasan pesisir selatan seperti Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura membuat perekonomian mereka ikut terpuruk.

Akibat situasi ekonomi yang sangat buruk ini, banyak petani rumput laut terpaksa hijrah keberbagai kota diluar Madura untuk mencari penghasilan, seperti ke daerah Jakarta.

Informasi yang dihimpun Madura Expose menyebutkan, harga rumput laut selama sebulan terakhir ini benar-benar membuat kecewa para petani di pesisir selatan kecamatan Bluto Sumenep. Anjloknya harga dipasaran, membuat mereka tidak mampu bertahan hingga sebagian besar banyak yang gulung tikar.

“Selama ini budidaya rumput laut menjadi penghasilan utama masyarakat petani di pesisir selatan Kecamatan Bluto Mas. Tapi karena harganya hancur, terpaksa kami mencari pekerjaan lain bahkan ada yang mencari pekerjaan ke Jakarta,” terang AS, salah satu petani laut kepada Madura Expose, Selasa 24 Mei 2016.

Menurutnya, harga rumput laut saat ini berada di level terpuruk. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya jumlah produksi dibanding pada tahun-tahun sebelumnya yang bisa mencapai 500 ton basah dan 91 ribu ton rumput laut kering. Jumlah itu meliputi beberap tempat yang menghasilkan produksi rumput laut seperti Kecamatan Bluto, Pragaan, Talango ,Saronggi dan wilayah kepulauan.

“Sejak sebulan terakhir ini, harga rumput laut basah hanya dihargai Rp 500 per kilogram dan Rp 1200 per kilogram untuk yang kering. Biasanya, pada situasi normal, harga laut basah mencapai Rp 1500” timpalnya. [*]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ganas di Berita, Tapi Begini Gaya Bos Madura Expose Taklukkan 5 Kepiting Gede!

Terbit: 3 April 2026 | 20:41 WIB SUMENEP – Dunia jurnalistik investigasi seringkali identik dengan ketegangan dan tumpukan dokumen kasus yang menguras energi. Namun, bagi Redaktur MaduraExpose.com, laut utara di…

Ekonomi Panggung: Menakar Perputaran Uang di Balik Industri Hiburan Rakyat Sumenep

Terbit: 17 Maret 2026 | 19:19 WIB “Dinamika hiburan panggung di masa lalu sering kali terjebak pada sisi luar yang bersifat artifisial. Namun, seiring dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi konten,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *