MADURA EXPOSE— Sebuah sumber berita yang dirilis dari Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Sumut) pada tahun 2013 menyebutkan, ada sekitar 8.000 pasien yang sudah dinyatakan terjangkit HIV/AIDS.

Kondisi ini menempatkan Sumut diperingkat ketiga penderita HIV AID paling banyak di Indonesia.

Tak hanya itu, sebuah data yang bersumber dari Dinas Kesehatan (DInkes) setempat juga menyebutkan sekitar 75 persen pelajar di Kota Medan sudah tak perawan lagi.

Tak ayal, kondisi ini membuat banyak pihak terperangah dan mengaku prihatin dengan banyaknya penderita HIV/AID dan angka pelajar yang sudah tak perawan.

“Masalah ini tidak boleh kita anggap remeh, penyebarannya begitu cepat”, terang Sugiat Santoso, Ketua DPD KNPI Sumut saat membuka seminar bertajuk “Save Pemuda Sumut dari HIV/AIDS” di Wisma Pariwisata Kampus USU, Selasa kemarin.

Ia merinci, berdasarkan data yang dihimpun dari pihak terkait, jumlah pasien penderita HIV sebanyak 7.500 orang dan positif AIDS sebanyak 500 pasien.

Parahnya seks bebas dikalangan pelajar menjadi penyumbang meningkatnya penderita HIV/AIDS di Sumut. Hal tersebut menurut Santoso karena masyarakatnya sudah mengadopsi budaya luar yang merusak kalangan pemuda di Sumatera Utara.

“DPD KNPI siap bekerja sama denga pihak Dinas Kesehatan Sumut dalam rangka menekan penyebaran virus HIV/AIDS di Sumatera Utara ini”, pungkasnya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

[met/fer]