
Maduraexpose.com- Sedikitnya 700 jemaah haji meninggal dunia karena berjejalan saat hendak melempar jumroh di Mina sementara 800 lebih cedera pada Kamis (24/09).
Pihak berwenang Arab Saudi mengatakan 4.000 aparat dikerahkan di tempat kejadian bersama dengan 200 petugas bantuan darurat.
Korban yang cedera mendapat bantuan langsung di tempat kejadian maupun dibawa ke rumah sakit terdekat.
Sekitar dua juta umat Islam melakukan ibadah haji di Arab Saudi, yang tahun ini juga diwarnai dengan insiden jatuhnya derek di Mekkah yang menyebabkan 100 lebih jemaah tewas, termasuk 11 jemaah haji asal Indonesia.
Dalam insiden di Mina, yang terjadi pada hari raya Idul Adha ini, belum disebutkan asal negara dari korban jiwa yang jatuh.
Namun koresponden BBC Seksi Hausa, Tchima Illa Issoufou, yang berada di tempat kejadian mengatakan banyak jemaah haji dari Niger meninggal dunia.
Sementara itu perwakilan pemerintah Indonesia di Arab Saudi sudah mengirim tim untuk memastikan apakah ada jemaah haji Indonesia yang menjadi korban dalam peristiwa di Mina ini.
Direktorat Pertahanan Sipil Arab Saudi mengatakan masih belum mengetahui penyebab tragedi berjejalan ini.
Tahun 2006 lalu, juga terjadi tragedi serupa dengan korban jiwa mencapai 364 jemaah haji.





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)