SUMENEP, 1 Oktober 2025 – Gempa bumi kuat berkekuatan Magnitudo 6,5 yang mengguncang wilayah Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa malam (30/9/2025), dilaporkan telah mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bangunan tempat tinggal warga.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan bahwa, per monitoring sementara pada pukul 01.00 WIB dini hari, bencana geologi tersebut menyebabkan empat rumah warga di Sumenep mengalami kerusakan serius pada bagian dinding. Laporan visual menunjukkan dinding rumah-rumah tersebut roboh dan puing-puing berserakan di tanah.
Fokus Kerusakan dan Data Geologi
Dampak getaran gempa dirasakan di empat kecamatan yang meliputi Gayam, Nonggunong, Talango, dan Saronggi. Hingga laporan ini diturunkan, tidak ada laporan mengenai korban jiwa yang ditimbulkan akibat peristiwa alam ini.
Data geologi mencatat bahwa episenter gempa berada di dasar laut pada titik koordinat LS dan BT. Lokasi ini ditarik lurus berada sekitar kilometer sebelah tenggara Kabupaten Sumenep dengan kedalaman km. Meskipun berpusat di laut, BNPB menegaskan bahwa gempa tidak berpotensi memicu terjadinya tsunami.
Kewaspadaan dan Respons Darurat
Tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dijadwalkan kembali bergerak cepat ke lokasi terdampak pagi ini. Upaya yang akan dilakukan meliputi monitoring mendalam, pengkajian cepat, dan pengambilan tindakan darurat lain yang dianggap perlu untuk penanganan pascabencana. Perkembangan data terbaru mengenai situasi di lapangan akan disampaikan secara berkala oleh otoritas terkait.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, namun wajib meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gempa susulan. Warga diminta segera mencari tempat aman dan menghindari bangunan yang menunjukkan retakan atau berpotensi roboh.
Secara spesifik, BNPB menekankan beberapa langkah keamanan:
- Memastikan jalur evakuasi di rumah, sekolah, atau tempat kerja bebas dari hambatan.
- Mempersiapkan tas siaga bencana yang berisi kebutuhan pokok, obat-obatan, dokumen penting, dan senter.
- Mematikan aliran listrik, gas, dan air jika diperlukan untuk mencegah risiko kebocoran atau kebakaran.
Bagi warga yang berada di gedung tinggi, ditekankan agar tidak menggunakan lift saat terjadi gempa susulan. Tangga darurat disarankan menjadi alternatif paling aman.


















