Ilustrasi

MADURA EXPOSE–Sebanyak 30 Calon Jemaah Haji (CJH) asal Kabupaten Pamekasan tahun ini dipastikan gagal menunaikan ibadah haji karena beberapa orang diantara mereka belum mampu melunasi dan sebagian lain karena sudah tak sabar menunggu hingga memilih ibadah umroh. Sedang lima orang lainnya karena meninggal dunia.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Juhedi, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Pamekasan, melalui Kasie Penyelenggara Haji dan Umroh Afandi mengatakan, ada 5 orang CJH dilaporkan meninggal dunia, sejumlah CJH lainnya beralasan belum sanggup melunasi setoran haji yang diwajibkan dan mereka memilih menunda keberangkatan tahun ini.

“Insyaallah yang meninggal kurang lebih sekitar 5 orang CJH. Ada yang menunda keberangkatan tahun ini karena tidak sabar dan beberapa orang lainnya tidak mampu secara finansial untuk melunasi kewajiban mereka,” terangnya kepada awak media di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

Afandi juga menjelaskan, jumlah CJH yang dipastikan mengundurkan diri tahun ini keseluruhan diperkirakan mencapai 30 orang dengan alasan beragam. Dengan demikian jumlah CJH berdasarkan kuota, yang semula ditentukan 774 berkurang menjadi 740-an.

Dengan berkurangnya CJH sekitar 30 orang, maka akan diisi dengan 40 orang CJH dalam daftar cadangan. Selebihnya ada kebijakan CJH pendamping dan lansia yang diambilkan dari suami – istri yang jadwal keberangkatannya terdaftar secara terpisah. [add/fer/***]