3 Tahun Kepemimpinan ASRI, AMPP Telanjangi APBD Pamekasan

0
716
Arek Lancor, Taman Kota Pamekasan ,Madura, Jawa Timur/Dok.Maduraexpose.com

MADURA EXPOSE--Tiga Tahun Kepemimpinan Ach. Syafii Yasin dan Kholil Asyari (ASRI) diwarnai demonstrasi oleh Aliansi Mahasiswa Dan Pemuda Pamekasan (AMPP). Sejumlah massa melakukan aksi didepan Pendopo Ronggosukowati Pamekasan. Massa Aksi tersebut menyoal Anggaran Pendapatan Belanja Daerah APBD yang dianggap tidak Pro terhadap Rakyat Pamekasan. Meski sempat terjadi kericuhan dengan kepolisian, Massa tetap melanjutkan hingga selesai.

Hamdi Djibril salah satu Kordinator Lapangan (Korlap) Aksi mengatakan, Pemerintah Kabupaten Pamekasan dinilai Gagal dalam mengelola APBD Pamekasan. “Coba kita lihat bagaimana Program yang dijanjikan Bupati dulu saat kampanye. Dan kita lihat realitas hari ini bagaimana.” Jelas Hamdi.

“Sangat mudah untuk kita mengevaluasi pengelolaan APBD Pamekasan. Coba kita lihat, anggaran 1,5 sekian Triliun atau 62% APBD Pamekasan masuk ke belanja tidak langsung. Sedangkan untuk belanja langsung hanya 48% pada tahun 2015. Begitupun tahun 2016.” Tegas Hamdi.

Hal senada juga disampaikan oleh Maimun Rais salah satu peserta Aksi AMPP. “Coba kita pikir secara bijak, Anggaran untuk belanja Makanan dan Minuman saja, Pemkab Pamekasan mengeluarkan anggaran sebesar 13,1M dan Anggaran perjalanan Dinas sebesar 19M. Sedangkan untuk pemeliharaan Fasilitas Umum justru hanya sebesar 1M. Ini kan tidak masuk akal? Dan masih anyak anggaran yang kami anggap tidak masuk akal.”Tegas Maimun.

Padahal, ungkap Maimun, “angka kemiskinan di Pamekasan masih Tinggi, serta angka Masyarakat yang mengenyam Pendidikan juga rendah. Pemkab juga terkesan menutup mata kepada angka pengangguran yang masih Tinggi di Pamekasan.”

Dari aksi tersebut, AMPP meminta Bupati Pamekasan untuk meminta Maaf secara terbuka kepada Masyarakat Pamekasan karena dinilai tidak bisa menepati 7 Janjinya. Sayangnya, Aksi Demonstrasi Tersebut tidak ada satupun Perwakilan dari Bupati atau Wakil Bupati Pamekasan Yang menemui massa aksi. Massa akhirnya melakukan sholat jenazah sebagai bentuk Matinya Keadilan untuk Masyarakat Pamekasan.[ADDARORI IBNU WARDI | FERRY ARBANIA]