
SUMENEP – Ajang tahunan Madura Culture Festival (MCF) 2025 di Sumenep kini diselimuti isu tak sedap.
Sugeng Hariyadi, Event Organizer (EO) yang bertanggung jawab atas acara tersebut, telah dilaporkan secara resmi ke Kejaksaan Negeri Sumenep atas dugaan serius penyalahgunaan anggaran.
Laporan ini disampaikan oleh seorang warga, memicu desakan agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas.
Rincian Dugaan Penyalahgunaan Dana
Surat pengaduan masyarakat (dumas) yang dilayangkan oleh Samauddin, warga Desa Beluk Kenek, Ambunten, tertanggal 2 Oktober 2025, menuding Sugeng Hariyadi menyalahgunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang dialokasikan untuk enam rangkaian kegiatan MCF di Sumenep.
Menurut laporan tersebut, dana APBD yang dikelola untuk kegiatan-kegiatan ini mencapai Rp310 juta, dengan rincian:
- MCF: Rp200 juta
- Madura Night Vaganza: Rp25 juta
- Batik Festival: Rp35 juta
- Festival Tembakau: Rp15 juta
- Pamdas: Rp15 juta
- Sweet Model: Rp20 juta
Selain mengelola dana APBD, pelapor juga menduga adanya penerimaan dana lain yang tidak transparan. Versi Dumas di Kejaksaan itu, Sugeng Hariyadi diduga telah menjual sewa stand bagi peserta MCF dengan tarif bervariasi antara Rp800 ribu hingga Rp2 juta per tenda.
Dengan total 146 tenda, diperkirakan dana yang terkumpul dari sewa stand mencapai Rp219 juta.
Lebih jauh, Sugeng juga dituding meminta iuran dari paguyuban pengusaha rokok di Sumenep.
Nominal yang diminta disebut mencapai Rp3 juta per pabrik. Jika dikalikan dengan 70 pabrik, dana dari iuran ini ditaksir mencapai Rp210 juta.
Secara keseluruhan, Samauddin menduga total dana yang dikelola oleh EO bisa mencapai Rp739 juta. Pelapor bahkan menyebut total dana, termasuk sponsor, berpotensi menyentuh angka Rp1 miliar.
Tuntutan Pelapor dan Bukti Pendukung
Menanggapi dugaan tersebut, Samauddin menekankan keseriusan laporannya dan mendesak Kejaksaan Negeri Sumenep untuk bertindak cepat.
“Dugaan ini sangat serius. Kami mendesak Kejaksaan segera turun tangan agar kasus ini tidak menguap,” kata Samauddin saat dikonfirmasi, Jumat (03/10/2025).
Ia mengklaim telah menyertakan sejumlah bukti pendukung, termasuk rekaman pengakuan dari pengusaha rokok dan pengakuan dari Kepala Disbudporapar Sumenep terkait aliran dana event tersebut.
“Kami minta aparat penegak hukum bertindak transparan dan tegas,” ujarnya.
Respon Pihak Terkait
Surat dumas dari Samauddin dilaporkan telah diterima secara resmi oleh Kejaksaan Negeri Sumenep melalui Saudari Mike di bagian Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP). Namun, hingga berita ini diturunkan, Kejaksaan Negeri Sumenep belum memberikan keterangan resmi atau tanggapan terkait aduan yang masuk.
Sementara itu, Sugeng Hariyadi saat dikonfirmasi melalui telepon genggamnya mengaku belum mengetahui perihal pelaporan dirinya di Kejari Sumenep. Ia memberikan tanggapan yang singkat dan meminta kejelasan atas tuduhan tersebut.
“Ini saya masih di acara wisuda. Apanya yang mau saya tanggapi, wong dia (palapor) tidak pernah konfirmasi ke saya,” ujar Sugeng dalam bahasa Madura, Jumat.
Pernyataan Sugeng menyiratkan bahwa pelapor tidak pernah melakukan konfirmasi atau klarifikasi langsung kepadanya sebelum melayangkan surat aduan.
Situasi ini menunjukkan masih adanya ruang klarifikasi dan perlunya proses hukum yang adil untuk membuktikan kebenaran dari dugaan yang ada.
Kelanjutan dari kasus dugaan penyalahgunaan anggaran MCF ini kini berada di tangan Kejaksaan Negeri Sumenep.
Publik menunggu langkah konkret dan transparansi dari aparat penegak hukum untuk memastikan kejelasan penggunaan dana publik dan sponsor dalam perhelatan budaya daerah tersebut.
Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep Mohammad Iksan, S.Pd., MT dihubungi terkait pelaporan EO Madura Culture Festival merespon santai hal tersebut.
“ya gimana lagi mas, itu adalah resiko jabatan, kita berharap semua baik-baik saja”, ujarnya singkat. (ril/dbs/gim/fer)

![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)