MADURAEXPOSE.COM— Dua tahanan Polsek Sapeken melarikan diri setelah gembok sel dirusak dari luar. Hingga detik ini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai kemungkinan adanya pihak lain yang ikut terlibat dalam memuluskan pelarian para tersangka kasus narkoba tersebut.

Jebol penjagaan hingga membuat dua tersangka dengan mudah kabur dari tahanan Polsek Sapeken itu menudai kecaman dari banyak kalangan, termasuk dari Lembaga Pencegahan Penyalahgunaan Nakotik dan Obat-obatan Terlarang (P2NOT), Zamrud Khan ikut mengecam keras, karena pihak kepolisian dinilai lalai dalam melakukan pengawasan.

“Kejahatan narkoba itu merupakan kejahatan luar biasa yang tak kalah beratnya dengan terorisme. Bagaimana mungkin dua tersangka bisa dengan mudah keluar dari sel tahanan. Ini sebuah kelalaian dari aparat kepolisian,” ujar Zamrud Khan, Direktur P2NOT kepada MaduraExpose.com.

Seperti kerap diberitakan, dua tersangka kasus sabu-sabu ditangkap aparat kepolisian dan dimasukkan kedalam tahanan Polsek Sapeken. Saat ditangkap, keduanya membawa sabu-sabu seberat 15,96 gram. Mereka dibekuk sekitar pukul 04.00. WIB dirumah Saini pada Jum’at 30 Desember 2016 lalu. [ags/fer]