MADURAEXPOSE.COM–Ahli hukum tata negara, Yusril Ihza Mahendra, menanggapi pernyataan Jokowi yang menyebutkan bahwa agama harus dipisahkan dari politik. Menurut Yusril, jika melihat sejarah Indonesia, mustahil jika agama dipisahkan dari politik.

“Dalam konteks historis, secara filosofis mustahil kita akan memisahkan agama dari negara, dan memisahkan agama dari politik,” katanya dalam akun twitter pribadinya, @Yusrilihza_Mhd pada Rabu (29/03).

Ia menjelaskan bahwa debat intelektual hubungan agama dengan Negara dahulu pernah dilakukan antara Sukarno dan Mohammad Natsir. Debat itu dilakukan sebelum kemerdekaan Indonesia.

“Debat berkisar sekularisme di Turki dan Kitab Al Islam wa Ushulul Hukm karya Ali Abdurraziq, seorang pemikir Islam dari Mesir di zaman itu,” tuturnya.

Selain itu, ia juga mengatakan bahwa debat hubungan agama dengan negara menjadi topik hangat dalam sidang-sidang BPUPKI ketika tokoh-tokoh bangsa merumuskan falsafah bernegara Indonesia.

“Yang berujung dengan kompromi, baik melalui Piagam Jakarta 22 Juni maupun kompromi tanggal 18 Agustus 1945. Yang melahirkan kesepakatan Pancasila sebagai landasan falsafah bernegara kita,” jelasnya

“Karena itu, saya dapat mengatakan bahwa ajakan Presiden Jokowi itu bersifat a-historis, atau tidak punya pijakan sejarah sama sekali,” tukasnya.

[ROL]