MADURA EXPOSE- Sejumlah penyerang tak dikenal ditengarai memukuli sekelompok wartawan dan pegiat hak asasi manusia di wilayah selatan Rusia, Ingushetia.

Para penyerang dilaporkan menghentikan bus yang dinaiki para wartawan dan pegiat HAM. Mereka kemudian ditarik dari dalam bus dan dipukuli. Selanjutnya, bus itu dibakar oleh penyerang.

Dua wartawan asing, dari Swedia dan Norwegia, disebut-sebut termasuk yang dianiaya. Menurut sebuah organisasi non-pemerintah Rusia bernama Komite untuk Mencegah Penyiksaan, mereka yang diserang membutuhkan perawatan rumah sakit.

Alasan penyerangan tidak diketahui, namun berbagai laporan menyebutkan kelompok itu tengah menuju Chechnya untuk menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia.

‘Kemungkinan Chechen’

Seorang wartawan yang ikut dalam perjalanan bersama kelompok tersebut, mengunggah foto kendaraan yang terbakar dalam akun Twitternya. Dia mengaku mereka baru saja diserang.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Satu jam setelah insiden itu berlangsung, ia menulis, “Kami baik-baik saja, kita sedang berbicara kepada polisi, semua masih hidup,” lalu menambahkan bahwa baterai ponselnya sekarat.

Igor Kalyapin, yang memimpin LSM dan juga anggota Dewan Presiden HAM Rusia, mengatakan sejumlah orang tak dikenal melintas dengan tiga mobil lalu menghentikan bus pukul 19.15 dan menyerang para penumpang.

Seorang pengacara untuk LSM mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa serangan itu terjadi dekat perbatasan antara Ingushetia dan Chechnya yang kemungkinan telah diatur oleh orang-orang Chechen.

“Ini tidak berada dalam kepentingan Ingushetia, ini lebih kepada kepentingan dari sisi Chechnya,” kata Dmitry Utkin kepada AFP.
Secara terpisah, Utukin mengatakan kepada stasiun internet komersial Rusia, TV Rain, bahwa beberapa penumpang di bus telah dipukuli dengan tongkat.

Bus itu terbakar bersama dengan barang-barang pribadi seperti paspor dan peralatan rekaman, tambahnya.

[BBC]