MADURAEXPOSE.COM– Seorang warga yang diketahui bernama Muhlia (47), tinggal di Dusun Embol, Desa Tanah Merah, Kecamatan Nonggunong, Pulau Sapudi, Sumenep, Madura, Jawa Timur menjadi korban pembantaian sejumlah pria bercadar pada Senin Malam,sekitar pukul 21.00 WIB.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Korban dibantai saat bercengkrama dengan anak dan istrinya di teras rumah mereka. Mendadak listrik padam seketika, dan tiba-tiba muncul dua orang bercadar putih, dari belakang pekarangan rumah korban.

Menurut saksi yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan, dua pria bercadar yang menyerang Muhlia tersebut membawa senjata tajam berupa parang dengan panjang satu meter.

“Saat itu korban tengah tidur lelap di kamarnya. Korban terbangun setelah mendengar ada orang datang memasuki teras rumahnya. Namun begitu hendak mendekati orang mencurigakan tersebut, tiba-tiba korban diserang dengan parang oleh dua pria bercadar itu, ” ungkap sumber terpercaya.

Mendenar keributan diluar kamar, istri korban datang hendak melerai suaminya yang duel lawan dua pria bercadar. Namun apes, istri korban malah diserang dengan pukulan benda tumpul dilngan perempuan apes itu oleh salah satu pria bercadar lainnya.

Akibat pukulan itu, tangan kiri isteri korban mengalami luka memar , sedang Muhlia mengalami luka sobek dibagian dahi sedalam 2 cm, luka sobek pada ubun – ubun sedalam 1 cm, luka memar pada mata sebelah kanan akibat benda tumpul, kemudian luka sayatan pada bagian lengan tangan bagian kiri.

Usai menganiaya korban, dua pria bercadar langsung kabur kesemak belukar lalu hilang ditelan kegelapan malam, yang kebetulan saat itu listrik sedang padam. Setelah itu, dua pria bercadar tersebut melarikan diri ke semak-semak setelah melakukan pembantaian.

Sementara pihak kepolisian yang dihubungi awak media membenarkan peristiwa penganiayaan tersebut. Polisi mengaku akan telah melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut, termasuk motif penyerangan dua pria bercadar yang nyaris merenggut nyawa korban. [J88/Fer]

HotNews:  Video Glenn Fredly Meninggal