ini yang disebut Atretochoana eiselti atau semirip ular panjang mirip alat kelamin pria yang ditemukan di sungai Madeira, Rondonia, Brazil. (Ist/Youtube)

Sumenep, MaduraExpose.com- Selembar rambutpun, para kiyai sepuh di Kabupaten Sumenep, Madura, Jaw Timur, yang berhasil dihubungi MaduraExpose.com mengaku sangat tidak percaya jka Luyunatun Fahmiyah atau biasa dipanggil Yuyun melahirkan bayi laki-laki tanpa suami.

Bahkan para kiyai mendoakan agar orang tua Yuyun dan keluarganya scepat sadar dan diberi hidayah oleh Allah SWT.

“Mimpi tidak bisa dibuat alasan. Kalau masalah hukum, katanya Ulama’ semoga cepat sadar mereka, Amin 3 X”, ujar KH.Fayyat As’ad, pengasuh Pondok Pesantren Karay, Kecamatan Ganding, Sumenep, Madura, Jawa Timur melalui SMS yang dikirim kepada Redaksi MaduraExpose.com, Kamis (30/4/2015).

Tokoh Ulama Kharismatik yang juga penganut Tahriqah Naqsabandiyah ini meyakini, Yuyun hanyalah korban.

“Yang melahirkan (Yuyun) perlu dikasihani. Itu korban kehancuran akhlaq. Tolong diluruskan (bayi ular) itu”, imbuhnya.

Menurut informasi yang beredar sebelumnya, Luyunatun Fahmiyah (20) melahirkan seorang bayi laki-laki seberat 2,9 kg dirumahnya di Dusun Pesisir, Desa Pakandangan Barat, Kecamatan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Fatimah Ibu kandung Yuyun , kepada wartawan mengaku belum memberi nama ankanya dengan alasan masih panik memikirkan anaknya yang sempat pingsan setelah melahirkan.

Menurutnya, putri ke tiganya melahirkan tanpa proses kehamilan dan anaknya  melahirkan bayi setelah bermimpi dililit ular belang berukuran jumbo dibagian paha putrinya. Yuyun merupakan ustadzah di salah satu Pondok Pesantren di dekat rumahnya.

Kelahiran bayi dari rahim tanpa suami ini mengundang heboh warga setempat dan mayoritas warga, terutama kalangan kiyai sepuh di Sumenep mengaku tidak yakin hal tersebut merupakan titisan ular.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

(Ferry Arbania)