maduraexpose.com

 


SUMENEP EXPOSE

Unras GMK: Kangean Tanah Kehidupan, Bukan Ladang Eksploitasi

488
×

Unras GMK: Kangean Tanah Kehidupan, Bukan Ladang Eksploitasi

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

Gerakan Mahasiswa Kangean (GMK), menyatakan sikap tegas bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian alam dan kesejahteraan rakyat.

Sumenep, Madura Expose– Aksi unjuk rasa (unras) hari ini menuntut Pemerintah daerah tidak agar lagi bersembunyi di balik narasi “migas untuk pembangunan” yang usang.

 

 


 

Menurut Massa Pengunjuk rasa,  Realitas di Kepulauan Kangean justru menunjukkan sebaliknya: eksploitasi migas hanya membawa kehancuran ekologis, ketimpangan ekonomi, dan perampasan hak-hak rakyat oleh perusahaan yang tidak bertanggung jawab.

Saat ini, warga Kepulauan Kangean dihadapkan pada ancaman nyata dari Survei Seismik Migas oleh PT Kangean Energy Indonesia (KEI).

Aksi ini merupakan pengkhianatan terhadap amanat konstitusi dan telah memicu kegelisahan serta kekhawatiran mendalam di tengah masyarakat.

Warga menolak tegas karena survei ini berpotensi merusak ekosistem laut, mengganggu mata pencaharian nelayan, dan memicu konflik horizontal.

Kami, Gerakan Mahasiswa Kangean (GMK), menyatakan sikap tegas bahwa pembangunan tidak boleh mengorbankan kelestarian alam dan kesejahteraan rakyat.

Pembangunan haruslah selaras dengan lingkungan, bukan malah merusaknya. Kami menuntut pemerintah pusat dan daerah untuk:

Menolak secara tegas kegiatan survei seismik migas oleh PT KEI di Pulau Kangean.

Meminta pemerintah kabupaten Sumenep agar mencabut seluruh persetujuan atau kegiatan eksplorasi migas di Kangean.

Mengeluarkan pernyataan resmi yang memihak kepada rakyat Kangean.

Mendesak pemerintah pusat untuk membatalkan seluruh kegiatan survei seismik migas yang bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

Peraturan seperti UU No. 1 Tahun 2014 dan UU No. 32 Tahun 2009 sudah sangat jelas melindungi hak setiap orang untuk mendapatkan lingkungan hidup yang baik dan sehat.

Namun, aturan ini seakan tak berarti di hadapan nafsu eksploitasi. Wilayah perairan Kangean, yang seharusnya dilindungi, kini terancam oleh kepentingan segelintir korporasi.

Kami menolak segala bentuk pengkhianatan terhadap alam dan rakyat. Kekayaan alam Kangean adalah warisan yang harus dijaga, bukan dijual demi keuntungan sesaat. Tanah ini adalah sumber kehidupan, tempat di mana nenek moyang kita hidup dan berjuang.

Jangan biarkan Kangean menjadi ladang eksploitasi! Kangean adalah tanah kehidupan! (*)

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----

---***---