Unras Gapoktan: Busyro Karim dinilai Tak layak dipilih lagi

0
679
Hampir seribu petani mendatangi Kantor Pemkab menuntut Bupati Busyro Karim segera keluar untuk menejalksan bantuan petani yang tidak diterima petani mealui program di tigas SKPD, yakni Dinas Peternakan, Disperta dan Dishutbun Sumenep. Foto: Ferry Arbania/MaduraExpose.com

Sumenep, MaduraExpose.com- Kemarahan ratusan warga yang mewakili aspirasi ribuan petani yang tergabung dalam Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani) Sumenep menilai Busyro Karim tidak layak dipilih lagi sebagai Bupati Sumenep priode 2015-2020.

“Harusnya Pak Bupati bisa menghargai para perwakilan petani yang datang ke kantor Pemkab Suemenep ini untuk menyampaikan aspirasi. Kalau tidak mau menemui kami berarti sama halnya sudah tidak layak lagi dipilih oeh rakyat yang mayoritas petani”, ujar Sarkawi, Korlap aksi usai melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Pemkab Sumenep, Jawa Timur, Senin 15 Juni 2015.

Beberapa menit sebelumnya, ratusan pengunjuk rasa dengan lantang meminta Bupati Busro Karim segera keluar menemui perwakilan Gapoktan yang hendak menyampaikan aspirasi terkait bantuan petani yang didistribusikan melalui tiga SKPD, yakni Dinas Peternakan, Dinas Pertanian dan Dinas Hutbun.

“Kami datang ke kantor Pemkab ini bukan untuk meminta makan. Kami hanya meminta Pak Bupati keluar menjelaskan kepada para perwakilan petani, kenapa bantuan tidak terealisai sesuai kesepakatan awal”, tandasnya.

Merasa kecewa tidak ditemui Bupati Sumenep A.Busyro Karim, Sarkawi dan ratusan pengunjuk rasa mengancam akan kembali lagi dengan jumah massa ribuan orang.

“Tuntutan rakyat Sumenep harus didengarkan oleh Bupati sebagai peayan masyarakat. Ingat, kami akan datang lagi dengan jumlah massa yang jauh lebih banyak”, pungkasnya.

(fat/m2d/fer)