Umroh, Amphuri Rencana Carter Pesawat Sendiri

Terbit: 8 Desember 2016 | 22:42 WIB

MADURAEXPOSE.COM—Kecewa dengan kebijakan baru Kementrian Agama (Kemenag) karena kebijakan akan mengambil alih umroh, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji Umroh Republik Indonesia (Amphuri) Jawa Timur berencana akan mencarter pesawat sendiri untuk jamaah umroh.

Menurut Sekretaris Jenderal Amphuri Jatim, H. Fauzi Mahendra, Minggu (18/10/2015), wacana pengambilalihan ini sangat politis dan mengindikasikan hal-hal yang negatif. Karena menurut Fauzi, pengelolaan 80 persen perjalanan umroh oleh Kemenag dan 20 persen oleh pengusaha travel nantinya akan membuat adanya sistem suap menyuap.

“Siapa yang berani bayar akan dapat jatah. Ini tidak akan fair,” ujar Fauzi.

Dikatakan, Kemenag menangani haji reguler saja sudah penuh dengan permasalahan mulai dari pelayanan hingga pemondokan. “Apalagi ditambah mengurusi umroh,” akunya.

Fauzi mengakui tujuan dari wacana ini memang bagus untuk mengantisipasi adanya travel abal-abal. Namun jika mengelola seperti itu tidaklah benar. Kemenag cukuplah mengelola 5 pasti seperti yang selama ini dicanangkannya yakni untuk mengurusi masalah provider, visa, tiket, hotel dan izin. Jangan sampai, Kemenag mengurusi hal-hal yang lain.

“Kalau Kemenag mau mengurusi umroh dengan memperlakukan seperti haji reguler misalnya daftarnya harus ke bank yang ditunjuk, kami sangat setuju. Tapi kalau sudah dalam hal pengelolaan diambil alih kami keberatan,” jelas Fauzi yang juga CEO Isbir Tour and Travel itu.

Berawal dari kekecewaan itu Amphuri untuk keberangkatan jamaah umroh Desember 2015 nanti akan memakai pesawat carteran yang langsung disewa dari sebuah perusahaan pesawat carteran di Paris Perancis.

Tiga pesawat Airbus berkapasitas 400 penumpang langsung akan didatangkan melalui sebuah perusahaan yang selama ini menjadi mitra Lion Air. Tiga pesawat ini akan standby di Bandara Juanda Surabaya dan di Madinah Aran Saudi.

“Kita kerjasamanya dengan Lion Air. Minggu depan kita akan ke Paris untuk langsung melakukan MoU,” akunya.

Carter pesawat ini sebagai sebuah keseriusan DPD Amphuri Jatim untuk memberikan layanan terbaik bagi para jamaah. Ini membuktikan bahwa layanan bagi jamaah ini adalah hal utama.

“Jadi kalau dianggap kita ini penyelenggara umroh yang tidak serius itu salah besar,” tandasnya. [rea/but/bjt]

Avatar

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *