Tuntut Musda Ulang, Kantor Golkar Sumenep Disegel

Terbit: 1 Maret 2017 | 17:13 WIB

MADURAEXPOSE.COM–Sejumlah kader partai Golongan Karya (Golkar) yang ada di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan aksi penyegelan Kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Golkar Sumenep, di Jl. Jend. Sudirman, Kecamatan Kota Sumenep, Rabu (1/3/2017) sekira pukul 09.30 WIB.

Aksi penyegelan tersebut dilakukan oleh sejumlah pimpinan Golkar kecamatan (PK), sebagai bentuk protes terhadap pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) pada 23 Oktober 2016 lalu, yang dinilai syarat kejanggalan dan ada permainan.

Sehingga, puluhan kader partai berlambang pohon beringin tersebut merasa tidak puas, dan menuntut dilakukan Musda ulang.

“Aksi penyegelan yang kami lakukan hari ini, sebagai bentuk protes atas ketidakpuasan terhadap pelaksanaan Musda. Karena saat pelaksanaan Musda kemarin, terdapat banyak kecuarangan. Sehingga kami selaku kader partai, merasa didzalimi oleh salah satu kandidat,” kata Abd. Aziz, Ketua Angkatan Muda Pemuda Golkar (AMPG) Sumenep.

Menururnya, saat pelaksanaan Musda, peserta yang mencalonkan diri sebagai calon Ketua DPD, hanya dua kandidat saja, yakni Soengkono Sidik dan Iwan Budiharto. Sehingga dalam proses pemilihan, Iwab Budiharto, mendapat suara terbanyak dan didaulat menjadi Ketua DPD.

Sedangkan kecurangan-kecurangan yang dilakukan salah satu kandidat saat pemilihan, diduga ada pengkondisian 12 Plt PK, serta adanya dugaan penyuapan terhadap tim verifikasi Jawa. Akibatnya, diluar dugaan 12 Plt PK tersebut lolos verifikasi.

Pantauan awak media, sebelum terjadi aksi penyegelan, Aziz yang juga menjabat sebagai wakil ketua DPD, sudah beberapa kali mengirimkan surat, baik kepada DPD Jawa Timur, DPP maupun Ketua Umum Partai Golkar, agar dilakukan Musda ulang.

“Dari 24 PK Golkar sekitar 80 persen atau 16 PK menginginkan Musda ulang. Saat ini kami menunggu keputusan DPP. Dalam bulan ini pasti ada keputusan, dan itu pasti memihak kepada yang benar. Karena Golkar selalu ada di pihak yang benar,” imbuhnya.

Sementara Iwan Budiharto, selaku Ketua DPD Partai Golkar Sumenep, hasil Musda 2016, saat dikonfirmasi media menganggap aksi penyegelan tersebut merupakan dinamika politik untuk menyampaikan aspirasi mereka.

“Tidak ada masalah kok, kalaupun ada yang mau diperjuangkan oleh mereka harusnya dimusyawarahkan dengan baik-baik, jangan sampai anarkis lah,” papar.

Bahkan ia mengklaim, gejolak hari ini hanya masalah internal DPD Golkar Sumenep. Karena untuk SK DPW Jawa Timur hanya sebagian kecil yang turun, masih banyak yang belum keluar.

“Dan masalah tersebut, bukan hanya terjadi di Kabupaten Sumenep, melainkan hampir terjadi diseluruh daerah di Indonesia. Tapi kita tetap menunggu SK itu,” pungkasnya. (Din/Mex)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *