Detik-detik Menegangkan! Tongkang CPO Nyaris Karam di Sumenep, 5 Kru Bertaruh Nyawa di Tengah Laut

Terbit: 25 Januari 2026 | 04:26 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com – Suasana mencekam menyelimuti perairan Desa Banraas, Pulau Giliyang, Kabupaten Sumenep, pada Kamis (22/1) dini hari. Sebuah tongkang bermuatan Crude Palm Oil (CPO), TK. Indo Ocean Marine, dilaporkan mengalami kebocoran hebat dan nyaris tenggelam setelah dihantam cuaca buruk.

Sebanyak lima orang kru, termasuk seorang anggota Polri yang bertugas sebagai pengawal, sempat terjebak di atas kapal yang mulai miring dan kandas di posisi koordinat 6° 57′ 50.31” S | 114° 10′ 29.22” E.

Briefing di Tengah Kegelapan

Drama penyelamatan dimulai sejak pukul 03.13 LT. Dalam kondisi gelap gulita dan hantaman gelombang, personel Polairud melakukan komunikasi intensif via telepon dengan kru di atas kapal. Petugas memberikan instruksi krusial: jangan melompat ke laut.

Kru diminta bertahan di atas tongkang yang bocor tersebut hingga fajar menyingsing dan air laut surut. Keputusan ini diambil demi keamanan, mengingat risiko terseret arus sangat besar jika evakuasi dipaksakan dalam kondisi gelap total.

Evakuasi Mandiri yang Heroik

Begitu matahari mulai terbit sekira pukul 06.00 LT, aksi penyelamatan fisik dimulai. Di bawah komando Sekdes Banraas, H. Kahor, warga setempat yang menjadi Potensi SAR (Potsar) bergerak mendekat ke lokasi tongkang yang berjarak sekitar 300 meter dari bibir pantai.

Memanfaatkan kondisi air laut yang surut, kelima kru akhirnya berhasil turun dari lambung kapal dan berjalan menembus perairan dangkal menuju daratan dengan pengawasan ketat dari warga dan petugas di lokasi.

“Para kru tiba di daratan sekitar pukul 06.35 LT dalam kondisi lemas namun selamat. Mereka langsung dievakuasi ke rumah warga untuk proses pembersihan diri dan pemulihan fisik (recovery),” ujar Kasi Humas Polres Sumenep AKP Widiarti,SH.

Tim SAR Gabungan Bergerak Cepat

Meski kru sudah mencapai daratan, operasi belum usai. Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas Pos Sumenep, Satpolairudres Sumenep, dan Ditpolairudda Jatim segera mengerahkan armada RBB (Rescue Boat Basarnas).

Pada pukul 07.40 LT, Tim SAR lepas tali dan membelah ombak menuju Pulau Giliyang. Rencananya, kelima korban akan dijemput di Dermaga Baru Desa Bancamara untuk dibawa ke markas guna pemeriksaan kesehatan lebih lanjut dan pendataan.

Berikut adalah identitas 5 kru yang berhasil diselamatkan:

  1. Jumanto (Bosun)

  2. Wibowo Ari Murdiyanto (Kelasi)

  3. Dwi Karunianto (Kelasi)

  4. Sudriman (Kelasi)

  5. Briptu Ribut Prasetyo (Polri/Pengawal)

Informasi Kapal

TK. Indo Ocean Marine diketahui sedang melakukan pelayaran dari Kalimantan Selatan menuju Gresik, Jawa Timur. Kapal ini mengangkut muatan minyak sawit mentah (CPO) dalam jumlah besar. Hingga berita ini diturunkan, kondisi kebocoran tongkang masih dalam pemantauan ketat guna mengantisipasi adanya pencemaran lingkungan di wilayah perairan wisata oksigen Pulau Giliyang.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *