SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Semangat gotong royong kembali membuncah di Dusun Karang, Desa Mandala. Di bawah terik matahari Kecamatan Rubaru, Pratu Tomy dan personel Satgas TMMD ke-127 Kodim 0827/Sumenep tampak sigap menyusun bata demi bata. Mereka tidak sedang membangun barak, melainkan sedang merajut kembali harapan hidup Bapak Sayyi melalui program Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), Minggu (01/03/2026).
Secara Sosiologi Pertahanan, aksi Pratu Tomy dkk merupakan manifestasi nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat. Pembangunan fisik RTLH ini bukan sekadar urusan semen dan pasir, melainkan bentuk intervensi negara dalam meningkatkan standar hidup masyarakat di wilayah rural.
Presisi Teknis dalam Balutan Pengabdian
Proses pemasangan dinding ini dilakukan dengan pengawasan teknis yang ketat. Satgas TMMD memastikan setiap konstruksi berdiri kokoh sesuai standar keamanan hunian. “Kami ingin memastikan proses pemasangan dinding berjalan rapi dan kuat. Rumah ini harus aman dan nyaman bagi keluarga Bapak Sayyi,” ujar Pratu Tomy di sela-sela kegiatannya.
Dari perspektif Administrasi Pembangunan, program TMMD ke-127 ini merupakan akselerator pembangunan desa yang efektif. Dengan melibatkan personil militer secara langsung, biaya operasional dapat ditekan sementara kualitas pengerjaan tetap terjaga melalui kedisiplinan prajurit.
Membangun Hunian, Menjaga Motivasi
Lebih dari sekadar bangunan fisik, kehadiran Satgas TMMD di Desa Mandala juga menjadi stimulus mental bagi warga sekitar. Kehadiran mereka menghidupkan kembali marwah gotong royong yang mulai pudar di era modern. Harapannya, setelah dinding-dinding ini kokoh berdiri, kualitas hidup dan produktivitas warga Dusun Karang pun ikut meningkat seiring hadirnya hunian yang sehat dan layak. [yud/dim/fer]
Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose
Layanan Pembaca: Bagi pembaca yang ingin berbagi informasi atau kegiatan pembangunan di wilayahnya, silakan kirimkan rilis atau laporan melalui email kami: maduraexposenews@gmail.com.






