MaduraExpose.com–Presiden Joko Widodo meninjau lokasi ibukota negara baru, Selasa (17/12).

Turut mendampingi Kepala Negara, Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri BUMN Erick Thohir, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor.

Perjalanan dimulai sejak pukul 14.13 WITA dari Gerbang Tol Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara. Jalan menuju titik ibukota baru berkelok-kelok.

Lokasi ibukota baru terletak di Kawasan Konsesi Hak Pengusahaan Hutan (HPH) PT International Timber Corporation In Indonesia (ITCI) Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Lokasi ini berbukit dengan kontur tanah yang gembur. Di musim penghujan, jalanan akan sangat licin dan sangat sulit dilalui.

Hal itu dialami oleh rombongan Presiden. Di tengah perjalanan, mobil Toyota Hiace berpelat nomor KT 7321 K yang mengangkut rombongan menteri Jokowi  tidak kuat menanjak Bukit Sudarmono. Bahkan ada mobil yang terperosok.

Para menteri akhirnya harus turun dari mobil dan berjalan kaki menaiki bukit dengan sepatu penuh lumpur akibat jalanan tanah yang becek.

Sebagian besar awak media juga tidak bisa melanjutkan perjalanan menuju titik nol Istana Kepresidenan karena kondisi jalanan yang tidak memungkinkan untuk dilalui.

Perjalanan mencapai kawasan konsesi hak pengusahaan hutan (HPH) PT ICTI itu membutuhkan waktu 2 jam dari tempat acara sebelumnya yaitu di pintu tol Samboja, Kutai Kartanegara.

Tiba di lokasi, Jokowi mengatakan jalan tol yang menghubungkan Balikpapan dengan kawasan inti ibukota negara akan mulai dibangun pada 2020.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Saya minta agar pada 2020 jalan menuju kawasan ibukota baru sudah mulai disiapkan dan betul-betul tersambung antara jalan tol Balikpapan-Samarinda dan ke kawasan ibukota dan juga tersambung dua bandara yang berada di Samarinda yaitu airport Pranoto dan bandara Sepinggan di Balikpapan,” jelas Jokowi. [glr]

HotNews:  Mengungkap Mafia Beras Oplosan Sumenep, KONTRA'SM Ingatkan Polres Soal 'Equality Before The Law'