Ternyata Ada Darah Kiai ditubuh Hairul Anwar, Ini Faktanya!

0
348


Ternyata Ada Darah Kiai ditubuh Hairul Anwar, Ini Faktanya!

MADURAEXPOSE.COM–Hairul Anwar ternyata sudah lama punya kebiasaan sowan (silaturrahmi) ke para ulama.

Bagi Hairul, silaturrahmi ke para ulama/kiai bagian dari anjuran agama Islam. Sebab, katanya, dari ulama/kiai itu, ummat bisa tercerahkan. Ummat punya oase dalam kehidupannya.

“Ulama atau kiai perlu dijaga. Perlu dihormati. Karena beliau (ulama/kiai, red.) menjaga ummat demi tegaknya ajaran Allah,” ucap Hairul Anwar saat menuju kediaman KH Bahid, Karay Ganding, Sumenep, Kamis malam (9/4/2020).

Hairul mengaku sudah menjadi tradisi dirinya dan keluarganya untuk menaruh hormat dan mengasihi sosok ulama.

“Ayah kan alumni pondok Tebuireng, Jombang. Ibu kan dari Dempo, Ambunten yang juga family dengan Kiai Thaifur dan Kiai Suhail. Ya…pesan ayah dan ibu untuk selalu dekat dengan kiai,” terang Hairul.

Hubungan Hairul dengan sejumlah Kiai/Ulama di Sumenep ternyata sudah lama. Termasuk kedekatan dirinya dengan Pengasuh Ponpes Alkarmiyyah, Beraji, KH A. Busyro Karim.

Dari perbincangan di atas mobil, terhenti ketika tiba di halaman dhalem Kiai Bahid.

Setelah membasuh tangan, rombongan Hairul dipersilahkan menemui Kiai Bahid.

Di dalam ternyata sudah duduk rapi puluhan tamu dari berbagai daerah. Salaman ke Kiai Bahid lalu dipersilahkan duduk di deretan kosong sebelah timur.

Beberapa detik kemudian, Kiai Bahid tanya maksud dan tujuan Hairul. Kiai Bahid seakan fokus memandang Hairul.

Pertemuan itu banyak bertanya ke Hairul. Di tengah pertanyaan, banyak tamu yang datang.

Tamu yang ada menyimak pertanyaan dan jawaban Kiai Bahid yang langsung ditujukan ke Hairul.

“Sampean acalona Wabup. Pasera calon Bupatina?,” tanya Kiai Bahid.

“Pak Fattah Jasin,” jawab Hairul.

Sejenak, Kiai Bahid bertanya siapa saja calon yang ada. Setelah mendapat jawaban, Kiai Bahid berdawuh,”addu duwa’. Sengit neka (calon dua. Pilkada ketat,red),” …

Kiai Bahid bercerita banyak tentang bakal calon yang datang menemuinya.

Lalu, Kiai Bahid memungkasi dengan kalimat, “Ampon ghi’ rul. Salamet. (Sudah cukup Hairul, selamat,red),”.

Setelah itu, Hairul dan rombongan berpamitan dengan Kiai Bahid. Jam menunjukkan pukul 21.35 wib, Kamis malam. (*)