Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM—Menjelang tahapan penjaringan calon kepala daerah atau bakal calon bupati (bacabup) Pamekasan, sejumlah elit politik dan parpol mulai melakukan ragam komunikasi dengan sejumlah tokoh yang dianggap layak menjadi pemimpin di Kota Gerbang Salam tersebut.

Sayangnya, impian Kholilurrahman, anggota DPR RI tersingkir dari bursa penjaringan, setelah Ketua DPP PKB, Muhaimin Iskandar mengumumukan Badrut Tamam, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PKB DPRD Provinsi Jawa Timur sebagai Bakal Calon Bupati Pamekasan 2018-2023. Hal itu disampaikan Cak Imin, baru-baru ini dalam sebuah acara di Gedug Islamic Center Pamekasan.

Kecendrungan PKB untuk tidak merekom Kholilurrahman dari partai besutan Gusdur itu sudah tercium sejak tahun 2015 silam. Dimana banyak sudah memperidiksi pilihannya ke Badrut Tamam. Sementara partai besar lainnya semisal PPP (Partai Persatuan Pembangunan) dipastikan tidak lagi mengusung Achmad Syafii yang sudah dua priode menjabat Bupati Pamekasan. Dilema ini akan terus berlanjut, lantaran nama besar Kholilurrahman yang pernah menjabat Bupati Pamekasan pada priode 2008-2013 tidak bisa diremehkan, termasuk syahwat politiknya.

Benarkah Kholilurahman akan tetap mencalonkan diri sebagai Bupati Pamekasan, meski tidak melalui kendaraan politiknya, yakni PKB?
Kemungkinan itu sangat besar, ketika dilihat dari muncul kasak kusuk dari sejumlah simpatisan. Lihat saja, disejumlah masih bertebaran gambar Kholilurrahman dengan slogan

Selain nama Kholil, sempat muncul juga nama Agus Sudjarwono, Ketua Partai Gerindra dan H.Kamil Cenlecen (pengusaha sukses), dan Ketua DPRD Pamekasan yang nota bene dibesarkan dari partai PPP, yang merupakan partai pemenang Pemilu 2014 di Pamekasan.

Selain itu muncul juga nama Heru Budi Prayitno, Ketua Partai PAN Pamekasan yang juga memiliki basis massa yang sangat kuat, terutama di daerah perkotaan. Sejumlah figur ini akan beradu sakti dalam menggalang kekuatan dibasis partai dan massa. Lantas bagaimana dengan Rudy Susanto maupun Taufadi, mantan Bendahara PT WUS Sumenep yang baru-baru ini kantornya digeledah tim Kejaksaan Negeri Sumenep. Nama terakhir ini kabarnya akan diusung oleh Partai PDI Perjuangan.

PKB dan PPP merupakan Dua partai kuat di Pamekasan dan sudah pasti memiliki pengaruh besar dalam menentukan calon pemimpin mereka. Namun tanpa sadar, ada partai berbasis Islam lain yang juga memiliki pengaruh yang tak bisa dianggap enteg, yakni Partai Bulan Bintang (PBB) yang saat ini di nahkodai Suli Faris.

Kendati demikian, ada Partai Gerindra yang memiliki jaringan kuat dengan tokoh elit di pusat, termasuk tokoh besar sekaliber Prabow Subianto. Sederhananya, peta politik bisa saja berubah, ketika misalnya Partai Gerindra tiba-tiba mengusung Kholilurrahman yang tak direstui partainya.

Estimasi politiknya, andaikata PBB, Gerindra, dan PPP berkoalisi mengusung Kholilurrahman, sekali lagi, peta politik akan berubah tajam dan sulit terkalahkan. (*)

*)Ferry Arbania, Pimred MaduraExpose.com.