Tawarkan Uang Ke Wartawan, Kepala BKPSDM Sumenep Diduga Lecehkan Profesi Jurnalis

Terbit: 11 Maret 2022 | 16:43 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)– Berawal dari postingan berita berjudul “Guru P3K Sumenep Formasi 2021 Tahap I Resmi Terima SK”
yang kemudian di share ke WhatsApp (WA) pribadi Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Sumenep Abd. Madjid pada Jumat pagi sekitar pukul 07.01 WIB.

“Setelah itu saya tidur karena sangat mengantuk. Setelah bangun saya cek handphon ternyata ada pesan dari Pak Madjid,” ungkap Zaiful Bahri, wartawan SantriNews.com saat mengadukan dugaan pelecehan profesi tersebut ke Ketua Alinasi Jurnalis Madura (AJM) Ferry Arbania, Jumat sore.

Bahri kemudian menunjukkan isi chat Kepala BKPSDM yang dikirim ke pihaknya.

“Kalu mau ini bkn adv saya hanya bisa memberi 100 klu ok ketemu pak syarif tunjukkan beritanya,” demikian menunjukkan pesan Kepala BKPSDM tersebut.

Bahri membalas pesan Kepala BPKSDM agar tidak slah paham .

saya ngirim ini bukan untuk adv pak, tpi diketahui sampeyan Santrinews menulis.

Soal Adv marketing kami yang sudah jalan. 🙏🏻🙏🏻🙏🏻” tulis Bahri merespon yang kemudian dibalas lagi oleh Kepala BPKASDM.

“Ye kanparlo keya bekna kan pesse mon tak edel alhamdulillah tak arapa” imbuhnya.

Sementara Kepala BKPSDM berkali-kali dikonfirmasi melalui telpom genggamnya tidak merespon.

Menyikapi dugaan pelecehan Kepala BKPSDM terhadap wartawan SantriNews.com mengaku sangat kecewa terhadap perlakuan Kepala BKPSDM terhadap wartawan.

” Pesan seperti yang dikirim Kepala BKPSDM ke Wartawan SantriNews itu menunjukkan keterbatasan SDM yang bersangkutan. Kesannya sangat merendahkan profesi jurnalis yang jelas-jelas dilindungi hukum.

Bupati Fauzi saja sangat menjunjung tinggi kerja wartawan dengan membuat Graha Pers Media Center,” ujar Ferry Arbania, Ketua AJM di Sumenep, Jumat.

Mantan Wartawan dan Redaktur Koran Memonrandum Surabaya ini meminta Bupati memberi teguran keras terhadap Kepala BKPSDM Sumenep.

“Saya minta Bupati Fauzi memberi teguran keras terhadap Kepala BKPSDM dan yang bersangkutan harus minta maaf secara terbuka,” tutupnya. (tim/sbi)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *