MADURAEXPOSE.COM—Pertarungan Pilkada Pamekasan 2018 yang sudah tinggal beberapa bulan lagi, dirasakan banyak kalangan sudah kian terasa gesekan politiknya. Sayangnya, para tokoh yang hendak mencalonkan diri sebagai calon bupati masih terkesan malu-malu dan bahkan sebagian besar belum berani mendeklarasikan diri secara serius.

Namun tidak dengan Agus Sujarwadi, Ketua Partai Gerindra Pamekasan. Senior PMII di Gerbang Salam ini, meski tidak melalui kendaraan partai berazas Islam, kedekatannya dengan kiai kultur setempat menjadi modal utama dalam mempertahankan kepercayaan kalangan ulama dan masyarakat.

“Saya berkeyakinan dan itu fakta, bahwa sepanjang sejarah, bahkan sampai detik ini, tak ada satupun calon bupati yang berani mendeklarasikan diri secara konyol tanpa restu dari empat pilar pesantren di Pamekasan. Kalau ada yang nekad berangkat sendiri itu pasti konyol,” ujar Agus Sujarwadi, Ketua Partai Geridra Pamekasan, Madura, saat berbicang degan Maduraexpose.com, Rabu 5 April 2017.

Pria yang dikenal “Prabowo”nya Madura ini juga menyinggung kerjasamanya dengan PKB selama dua kali Pilkada Pamekasan, yang selalu kandas dalam memperebutkan kursi Bupati, membuatnya semakin yakin bahwa sudah saatnya Partai Gerindra memberangkatkan kader sendiri.

“Saya sudah trauma koalisi dengan PKB. Dua kali bersama di Pilkada Pamekasan hasilnya sangat mengecewakan. Alhamdulillah beberapa tokoh kiai sudah memberikan lampu hijau , tinggal menunggu restu kiai di 4 pilar utama,” imbuh Agus Sujarwadi.

Dibanding tokoh politik lainnya di Pamekasan yang sudah koar-koar untuk mencalonkan diri sebagai Bupati maupun Wakil Bupati, sosok Agus Sujarwadi dinilai lebih dekat dengan kalangan ulama dan masyarakat di akar rumput.

“Alhamdulillah komunikasi baik dengan kalangan Kiai dan Ulama Pamekasan sudah terbangun dengan baik selama 9 tahun saya berkiprah di Partai Gerinda. Itu dibuktikan juga dalam perjuangan kami bersama Pak Prabowo Subianto. Insya Allah kami akan lebih siap untuk memenangkan Pilkada demi Pamekasan yang jauh lebih baik,” imbuhnya.

Disinggung konsep apa yang hendak dijalankan dalam merebut hati masyarakat dan kalangan kiai, Agus bilang sudah memiliki konsep jelas yang seirama dengan keinginan para kiai dan masyarakat Pamekasan yang dinamis.

“Konsep saya lebih kepada konsep Islam dan itu riil. Insya Allah kami lebih siap dengan konsep yang ditawarkan oleh parpol yang selama ini melegitimasi sebagai partai berbasis Islam, tapi praktiknya belum bisa menjawab kebutuhan masyarakat Pamekasan dengan ikon Gerbang Salamnya”, pungkas Agus Sujarwadi. [Ferry]