Tak Hanya Dinolkan, Perolehan Suara Caleg DPRD Lampung dari PKB Digeser ke Caleg Lain

Terbit: 16 Februari 2024 | 19:59 WIB

Maduraexpose.com– Calon anggota legislatif (Caleg) DPRD Provinsi Lampung nomor urut 4 dari Dapil lampung 7 asal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Munir Abdul Haris, menemukan indikasi kecurangan oknum di TPS.

Munir mengatakan, di TPS 19 Kampung Sendang Asih, Kecamatan Sendang Agung, Kabupaten Lampung Tengah, dirinya secara tertulis memperoleh suara 39. Namun dalam salinan form C1 tertulis xxx alias nol. Suaranya tersebut pindah ke caleg lain yakni nomor urut 3.

“Petugas KPPS mengatakan terjadi kesalahan teknis penginputan, semestinya tertulis 39 tapi terinput ke nomor di atasnya,” ucap Munir, menirukan perkataan oknum KPPS kepada Kantor Berita RMOLLampung, Kamis (15/2).

Bahkan, lanjut Munir, oknum KPPS sempat meminta maaf, dan memberikan alasan karena kelelahan.

Masih kata Munir, Ketua KPPS tersebut mengakui bahwa dirinya mendapat suara 39 namun di berita acara kosong.

Bukan hannya di TPS 19, lanjutnya, hal serupa juga terjadi pada TPS 4 Desa Sendangmulyo yang seharusnya mendapatkan suara 73 menjadi xxx alias nol dan pindah ke nomor urut 3 atas nama Maksum Asror.

“Ini kita duga terstruktur, sistematis, dan masif,” tegas Munir.

Dengan penemuan tersebut, Munir minta pleno PPK se-Kabupaten Lampung Tengah harus membuka lagi form C1 planonya dan dibaca ulang. Lalu, dicocokkan C1 hasil salinan.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Mimpi Buruk ‘Paman Sam’ di Tanah Persia: Mengapa Iran Sulit Ditaklukkan?

Terbit: 8 April 2026 | 04:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali menyeret nama Iran ke pusaran spekulasi militer global. Di tengah “jurus mabuk” kebijakan luar…

Jari Netanyahu dan Nalar Sundar Pichai: Mengapa Algoritma Tak Bisa Dibodohi Narasi Receh?

Terbit: 20 Maret 2026 | 10:04 WIB Oleh: Redaksi Madura Expose Strategic PENGANTAR: DRAMA JARI VS LOGIKA DATA Dunia maya sedang gempar dengan hal-hal trivial. Media-media nasional bertransformasi menjadi “detektif…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *