Suroyo: Istri Saya Diikat Pelaku, Lalu Diseret kedalam Kamar

0
1060
Rumah Yuni, Korban perampokan di Jl. Paliat Perumnas Giling, kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. (Foto: MaduraExpose.com)

Sumenep (MaduraExpose.com)- Perampokan dengan kekerasan yang terjadi disiang bolong dengan korban bernama Yuni (30) tinggal di Jl. Paliat, Perumnas Giling, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur diduga menggunakan modus operandi sebagai tamu dari kenalan suami korban.

Menurut Suroyo Kusumo, Suami korban, dirinya tangah bertugas di RSUD H.Moh.Anwar Sumenep dan tiba-tiba mendapat telpon dari anaknya, jika korban dirampok dengan kekerasan dirumahnya sendiri.

“Anak saya nelpon kalau Istri dirumah tengah pendarahan. Ternyata istri saya dirampok”, ujarnya.

Menurut Suroyo, sebelum perampok membawa kabur uang sebanyak Rp 22 juta, pelaku terlebih dulu memukul bagian leher istrinya sambil diseret ke kamar tidur agar menunjukkan dimana uang disimpan.

“Karena istri saya disiksa, dipukuli, dan bahkan kedua tangan istri saya diikat oleh pelaku. Istri saya nyerah dan langsung menunjukkan uang kami sebesar Rp 22 juta yang langsung dibawa kabur pelaku”, imbuh Suryo Kusumo, menirukan pengakuan istrinya.

Menurut Yani seperti disampaikan suaminya, dua Pelaku yang terdiri dari seorang perempuan dan satu pria tak dikenal itu menggunakan bahasa jawa. Setelah berhasil menemukan uang Rp 22 juta milik korban, para pelaku kabur meningalkan rumah tanpa seorangpun tetangga korban yang mengetahui aksi pelaku tindak kejahatan disiang hari tersebut.

“Mereka berdua kabur setelah mengantongi uang sebesar Rp 22 juta milik kami”, pungkasnya.

Sementara kasus ini sudah ditangani oleh pihak Reskrim Polres Sumenep yang langsung terjun ke lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP) di rumah korban Jl. Paliat, Perumnas Giling, Kecamatan Kota, Sumenep, Madura, Jawa Timur.

(Lis/Fer)