Sumenep Geger, Pencari Ular Temukan Tengkorak Manusia Di Desa Ellak Daya

Terbit: 8 Juni 2022 | 17:04 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com)- Berawal dari Mukawi (70) seorang kakek pencari ular dan musang disebuah hutan jati yang terletak di Dusun Bates Desa Ellak Kecamatan Lenteng malah menemukan tengkorak manusia sekitar pukul 12.WIB, Rabu Rabu, 8 Juni 2022.

Saat asyik memburu musang dan ular ditengah hutan jati tersebut Mukawi yang merupakan salah satu warga Dusun Kombung Barat, Desa Ellak Daya kecamatan Lenteng itu menceritakan kebiasaannya mencari ular dan musang. Saat itu, sekitar pukul 09.00 WIB . Sekitar satu jam diriinya memburu musang dan ular di area hutan jati. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti demi melihat ceceran tengkorak manusia.

Dirinya sangat yakin apa yang dilihatnya merupakan tengkorak manusia.

Mukawi mengaku tidak mengenali wajah tengkorak tersebut. Setelah itu pihaknya langsung dan melaporkan apa yang dilihatnya ditengah hutan itu tetangganya bernama Horri.

Horri kemudian menghubungi Ahmad Syafi’i tetangga lainnya dan memberi tahu jika Mukawi menemukan tengkorak di hutan jati yang terletak di Dusun Bates, Desa Ellak Daya Kecamatan Lenteng.

Ahmad Syafii Khawatir tengkorak yang ditemukan dihutan jati itu adalah Pujati ibunya yang sudah 41 hari tak kembali kerumah.

Setelah berembuk dengan pihak keluarga, Ahmad Syafi’i bersama keluarganya didampingi warga desa setempat langsung menuju lokasi penemuan tengkorak manusia dihutan jati.

Sepulang dari hutan jati, Ahmad Syafii melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Lenteng, Sumenep.

“Ternyata Kondisi mayat sudah berwujud tengkorak diduga orang hilang yang bernama Pujati yang hilang pada hari Jum’at tanggal 29 April 2022 lalu,”terang AKP Widiarti, S.SH, Rabu 08 Juni 2022.

Menurut AKP Widi, hilangnya Pujati saat itu sudah dilaporkan ke Polsek Lenteng oleh anaknya sekitar pukul 10.00 Wib Pada tanggal 02 Mei 2022 lalu.

“Mayat tersebut diakui oleh keluarga adalah ibunya bernama Pujati dengan ciri-ciri berupa gelang yang berwana silver yang dipakai di tangan kiri, tongkat kayu dari kayu randu yang sering dipakai setiap hari oleh Pujati dan bentuk tempurung kepala,” terang AKp Widiarti. (Ferry Arbania)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

    Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

    10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

    Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *