MADURAEXPOSE.COM–Komando Distrik Militer (Kodim) 0827/Sumenep melalui Bintara pembina desa (Babinsa) Ramil 0827/13 Rubaru sebagai satuan tugas serapan gabah (Satgas Sergap) Petani, melakukan pengawalan terhadap penyerapan gabah kelompok tani dan perseorangan kepada Perum Bulog Subdivre Pamekasan.

“Koramil sudah berkomitmen dalam mendukung program ketahanan pangan secara struktural dari Panglima TNI hingga Babinsa, termasuk program serapan gabah atau beras Bulog,” kata Danramil 0827/13 Rubaru. Kapten Inf Imam, Kamis (16/3/2017)

Kapt. Imam juga menambahkan sudah menginstruksikan kepada seluruh Babinsa di jajarannya untuk mengajak kelompok tani dan pengusaha atau pedagang gabah serta petani perseorangan di seluruh wilayah jajaran Koramil 0827/13 Rubaru untuk menyalurkan gabah atau berasnya kepada Bulog Subdivre Pamekasan‎.

“Dengan demikian, maka tata kelola gabah dan beras dapat kita pantau dengan baik termasuk angka produksi di Sumenep sendiri, sehingga nantinya dapat kita kalkulasi dengan tepat berapa produksi padi dan serapan gabah ke Bulog,” di Kabupaten Sumenep ini. tuturnya.

Selama ini tradisi masyarakat Sumenep yang menyimpan hasil panen untuk kebutuhan konsumsi sehari – hari dan hanya sebagian kecil saja yang dijual serta hasil panen petani Sumenep dijual ke pedagang dan tengkulak yang selanjutnya dipasarkan ke kabupaten lain, sehingga masalah tersebut harus dikurangi untuk memperbaiki tata kelola menjadi jelas dan teratur guna mewujudkan swasembada pangan di Kabupaten Sumenep.

“Babinsa akan berkoordinasi dengan UPT Pertanian, PPL untuk mengoptimalkan serapan gabah serta mewujudkan program ketahanan pangan dan swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah, terutama di Kabupaten Sumenep,” katanya.

Satgas Sergap (Serapan Gabah Petani) Koramil 0827/Rubaru dan UPT Kecamatan Rubaru Sertu berhasil melakukan negosiasi dengan Kelompok tani dan perseorangan serta hari ini akan mengirim dan menjual gabah sebanyak 13 ton 350 kg kepada Bulog Subdivre Pamekasan.‎

“Gabah tersebut langsung diarahkan ke Gudang Bulog yang berada di Kabupaten Pamekasan dengan pengawalan Babinsa karena sebelumnya kami sudah melakukan pendekatan terhadap kelompok tani dan pengusaha padi,”tuturnya.

Sejauh ini, lanjut dia, pihak Babinsa tidak mengalami kesulitan untuk mengarahkan hasil panen petani baik gabah ke Bulog, namun hanya perlu dilakukan negosiasi harga saja.

Sementara Kepala UPT Pertanian Rubaru mengatakan pelibatan TNI melalui Babinsa sebagai salah satu ujung tombak satuan tugas penyerapan gabah di Perum Bulog.

“Hal tersebut terbukti adanya perkembangan yang signifikan pada program penyerapan gabah oleh Bulog dengan adanya pelibatan Babinsa sehingga bisa memenuhi target yang sudah di sepakati oleh masing-masing Danramil dan UPT ,” katanya.

Petugas UPT dan Babinsa juga sering turun ke lapangan secara intensif untuk mengoptimalkan penyerapan beras atau gabah dari petani karena Kecamatan Rubaru menargetkan pengiriman gabah ke Bulog untuk bulan Maret ini sebesar 20 ton. [Purnomo/Zalwi]