Staf Humas Polres Polisikan 4 Wartawan,AWASI Berang!

0
808
Presiden Eksekutif Lembaga Pengawas Korupsi dan Pemantau Penegak Hukum Indonesia (LPKP2HI) Moh. Hasan.

MADURAEXPOSE.COM– ketua Umum Aliansi Wartawan Seluruh Indonesia (AWASI), M. Hasan SH menyangkan langkah hukum yang dilakukan staf Humas Polres Blitar yang melaporkan 4 orang oknum wartawan, Ke empat oknum wartawan tersebut berinisial S, VDZ, EWR dan NH dari media mingguan.

Laporan tersebut terkait dibukanya bingkisan parsel milik salah satu staf Humas Polres Blitar yang dilakukan oleh salah satu oknum wartawan, bingkisan parsel tersebut juga Ditengarai untuk dibagi-bagikan pada beberapa oknum wartawan.

” tidak semua hal harus ditempuh melalui jalur hukum, apa lagi cuma sekedar buka kardus parsel, langsung tegur kan bisa, apa lagi kami mendengar oknum yang bersangkutan (oknum wartawan,red) telah meminta maaf secara tertulis pada Pihak polres, tapi perkara kok diproses ini sebenarnya ada apa ? ” ujar Hasan yang juga sebagai Presiden eksekutif Lembaga pengawas korupsi dan pemantau penegak hukum Indonesia (LPKP2HI) pada AWASNEWS.COM, Senin, (31/7/17).

Bingkisan kardus parsel yang diklaim sebagai milik salah satu staf humas Polres Blitar

Hal senada disampaikan saksi yang mewanti-Wanti agar namanya tidak dipublikasikan, bahwa dirinya telah menandatangani surat permohonan maaf atas instruksi salah satu staf humas Polres berinisial (DD).

” (DD) itu yang menyuruh membuat permohonan maaf, sudah kami lakukan dan tanda tangani ” ujarnya.

Kejadian berawal saat 4 orang oknum wartawan tersebut mendatangi Mapolres Blitar (12/7) untuk menanyakan kabar terkait adanya bagi-bagai parsel dilingkup jajaran Polres Blitar, yang diduga dibagi-bagikan pada oknum wartawan.

” Kami konfirmasi Polres Blitar melalui humas, karena sebelumnya kami mendapat informasi dari Surat edaran KPK terkait adanya larangan bagi-bagi parsel dilingkup jajaran birokrasi maupun aparatur negara ” ujar saksi yang namanya tak mau dipublikasikan, Senin (31/7).

Saat memasuki ruang Humas Polres Blitar, ke empat wartawan tersebut oleh salah satu staf humas ditawari 3 Kardus Parsel namun parsel tersebut ditolak dengan alasan bahwa mereka datang ke Mapolres adalah untuk konfirmasi masalah parsel, bukan minta parsel.

Setelah menjelaskan niat dan tujuan kedatangan mereka (4 orang wartawan.red) staf humas Polres Blitar berinisial (DD) menjelaskan, kalau bagi-bagi parsel tersebut adalah kegiatan rutin tiap menjelang Lebaran.

Kendati demikian, sumber menyatakan kalau Kapolres membantah akan tumpukan kardus parsel tersebut adalah bingkisan parsel yang untuk dibagi-bagikan pada oknum wartawan. Melainkan hanya ucapan selamat Lebaran. Dan kardus parsel bertuliskan ” Polrestabes Blitar mengucapkan selamat hari Lebaran ” adalah tumpukan kardus kosong ” Sampah”.

” Kapolres sendiri yang mengatakan kalau itu bukan parsel, melainkan kardus kosong ” ujar sumber.

Penasaran melihat tumpukan sampah berupa kardus, salah satu oknum dari ke empat wartawan membuka kardus tersebut yang ternyata berisi bermacam-macam bingkisan kue dan minuman (soft drink). Ia pun menutup lagi kardus parsel.

Ironisnya, setelah pihak staf humas mengetahui kalau isi kardus tersebut dibuka, dan diketahui isinya, kardus yang sempat diklaim sebagai kardus kosong (sampah) tersebut, ternyata ada pemiliknya, yakni milik dari salah satu staf humas Polres Blitar.

Masalah pun makin berlarut karena pemilik parsel tidak terima isi parselnya diketahui oleh wartawan, ia pun melaporkan ke empat oknum wartawan tersebut dengan laporan pasal 406 KUHP tentang Pengerusakan.

Terpisah Binmas Polres Blitar, Eni saat dikonfirmasi kebenaran berita tersebut, tidak berkomentar banyak dan menyarankan pada awak media untuk datang langsung ke Mapolres Blitar.

” Maaf saya Kasat binmas, kalau konfirmasi silahkan datang ke Polres.” demikian jawaban singkat melalui Watsapp yang diterima redaksi.

(Junaedi)