Sitrul Arsy, Dirketur PT.WUS (Ist.Foto:Ferry Arbania/Maduraexpose.com)

MADURAEXPOSE.COM– Sejak jum’at kemarin, berita penahanan Sitrul Arsih Musai, Mantan Direktur PT WUS (BUMD) Sumenep oleh pihak Kejaksaan Tinggi Jawa Timur (Kejati Jatim) menjadi magnet tersendiri dikalangan para penggiat anti korupsi.

Pasalnya, kasus ini sangat lama dan bahkan sudah dilaporkan ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Sitrul yang kemudian dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Klas 1 Medaeng Sidoarjo, Jawa Timur.

Sebelum ditahan, Sitrul Arsyih Musa’ie sempat menjalani pemeriksaan selama 5 jam oleh penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejati Jatim di Surabaya.

“Tersangka kami tahan agar tidak melarikan diri dan tidak menghilangkan barang bukti. Dengan ditahan, akan mempermudah pemeriksaan terhadap tersangka,” ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jatim, Richard Marpaung kepada awak media di Surabaya.

Sitrul ditahan, karena diduga kuat menerima dana participating interest (PI) 10% sebagai bagian hasil pengelolaan minyak dan gas (migas) di wilayah Kabupaten Sumenep dari PT Santos Madura Offshore.

Dana yang dikelola PT Wus dari PT. Santos bernilai USD 773,7 ribu. Sebagian dana diduga telah digunakan oleh Sitrul secara pribadi dan tidak bisa dipertanggung jawabkan sebesar Rp3,9 miliar.

Sitrul menjabat sebagai Direktur Utama PT WUS sejak 2011-2015. PT WUS merupakan salah satu perusahaan pelat merah milik Pemerintah Kabupaten Sumenep yang mengelola perbengkelan, SPBU dan migas.

sementara Asip Irama, dalam rilis yang diterima Redaksi dengan tegas akan mengawal kasus ini hingga tuntas. Menurutnya, kasus PT WUS ini diyakininya banyak orang-orang besar yang terlibat.

“Kami yakin banyak aktor lain yang lebih besar selain Sitrul dalam sakandal korupsi ditubuh PT WUS sumenep. Aparat harus menyeret semua pihak yang terlibat, ” timpalnya meyakinkan.

(dbs/fer)

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM