Sepasang Anak Dibesarkan Ribuan Tikus di Gorong-gorong

Terbit: 3 Maret 2016 | 03:37 WIB

Manusia memang mempunyai kemampuan bertahan yang luar biasa.

MADURA EXPOSE- Baru-baru ini Departemen Kepolisian Shanghai menemukan sepasang anak perempuan yang tinggal di gorong-gorong kota. Anak-anak yang telah menginjak remaja yang telah terbukti sebagai saudara ini tampaknya telah dibuang oleh orang tuanya sejak beberapa tahun lalu dan dibesarkan oleh sekelompok tikus.

Seperti dilansir worldnewsdailyreport.com, Rabu (2/3/2016), salah satu anak terlihat oleh beberapa pekerja kota yang sedang membersihkan saluran pembuangan pekan lalu. Menurut para pekerja, anak-anak ini sewaktu ditemukan sedang bersama ribuan tikus yang mengikutinya.

Sementara anak yang kedua ditemukan saat dia mengais-ngais makanan di tempat pembuangan sampah. Melihat itu, petugas Kepolisian Shanghai dengan cepat mengerahkan anak buahnya untuk menangkap mereka. Namun usaha itu tidak mudah, karena itu para polisi terpaksa menembak mereka dengan anak panah yang telah diberi obat penenang. Anak-anak itu kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat. Mereka akan menerima pemeriksaan dan perawatan medis lengkap.

Dr Wu Jieng Lao, yang menangani mereka mengatakan, kedua anak itu diperkirakan berumur sekitar 8 dan 10 tahun. Mereka tampak kekurangan gizi namun tidak parah. Justru dokter tersebut terkejut dengan keadaan mereka yang cukup sehat mengingat mereka tinggal dengan kondisi yang sangat buruk.

“Masih terlalu dini untuk mengetahui apakah mereka mengidap penyakit atau tidak, namun sekarang mereka berada dalam kondisi yang lebih baik. Menurut dokter Wu, mereka tampaknya tak pernah belajar bahasa apapun. Mereka juga tak memiliki kontak dengan manusia lain.

Dr Wu Jieng Lao kagum dengan kemampuan bertahan hidup mereka. Menurutnya, perlu kecerdasan untuk bisa survive lingkungan yang sangat tidak bersahabat itu. Saat ini pihak kepolisian Shanghai akan melakukan penyelidikan untuk mencari asal-usul ini dan mengidentifikasi orang tuanya.

Dokter tersebut menduga, dua anak ini kemungkinan dilempar ke bawah gorong-gorong oleh orang tuanya begitu ia lahir. Seperti yang sering terjadi di Shanghai, diperkirakan 100 juta anak telah menjadi korban pembunuhan karena kebijakan pemerintah yang menerapkan satu anak sejak tahun 1978.

Ribuan anak memang pernah ditemukan di sungai atau di saluran pembuangan di China selama bertahun-tahun . Namun peristiwa ini adalah pertama kalinya ditemukan anak yang bisa survive.

[LIPUTAN6]

  • Avatar

    administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Ganas di Berita, Tapi Begini Gaya Bos Madura Expose Taklukkan 5 Kepiting Gede!

    Terbit: 3 April 2026 | 20:41 WIB SUMENEP – Dunia jurnalistik investigasi seringkali identik dengan ketegangan dan tumpukan dokumen kasus yang menguras energi. Namun, bagi Redaktur MaduraExpose.com, laut utara di…

    Ekonomi Panggung: Menakar Perputaran Uang di Balik Industri Hiburan Rakyat Sumenep

    Terbit: 17 Maret 2026 | 19:19 WIB “Dinamika hiburan panggung di masa lalu sering kali terjebak pada sisi luar yang bersifat artifisial. Namun, seiring dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi konten,…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *