Sang Pembunuh itu bernama GEMPA, TSUNAMI, LUMPUR, ataukah PEMERINTAH?

Terbit: 2 Oktober 2018 | 20:32 WIB

Oleh: Kurniadi*

Pembantaian kemanusiaan yg disertai kekerasan pada harta benda itu, terjadi di Kota Palu, Sulawesi. Banyak warga mati terbunuh karena ditimbuni teruntuhan bangunan yg semula kokoh dan kuat ternyata dapat dirobohkan dg mudah hanya dlm beberapa kejap;

Tidak itu saja, tidak kurang dari SERIBU orang yg sedang berada dipantai menyiapkan kegiatan Festival Nomini disapu habis oleh air laut yg tumpah ke darat dg kekuatan yg maha dahsyat. Merekapun mati;

Dilain saat terdengar pula berita bhw terdapat SATU Perkampungan yg penghuninya lenyap bersama-sama dg bangunan rumahnya karena tersedot oleh lumpur yg datang secara tiba2. Tak kurang dari 700 org sekampung mati bersama-sama;

Sungguh, bulu tengkuk dileher berdesir aneh membayangkan peristiwa ini. Betapa dahsyat malapetaka ini menimpa warga Palu;

Siapa pelaku pembantaian ini,,,,??? Tidak lain adalah 3 makhluk, masing2 adalah:

1) *GEMPA*, perannya yg dahsyat adalah meruntuhkan banyak bangunan rumah milik warga, reruntuhannya mengubur hidup2 penghuninya;

2. *TSUNAMI*, perannya adalah menggerakkan air laut tumpah ke darat dg kekuatan yg maha dahsyat, menyapu dan meneggelamkan manusia yg ketika itu berada didekat pantai. Tak kurang dari SERIBU org: Mati,,,!!!!;

3. *LUMPUR*, perbuatan materialnya adalah menyedot orang2 sekampung berikut bangunan rumahnya ke perut bumi. Tak kurang dari 700 org mati terkubur hidup2 ditimbuni lumpur,,,!!!;

Kejamkah 3 makhluk bernama *GEMPA, TSUNAMI dan LUMPUR* itu,,,??? Jawabnya: _Wallahu A’lam_,,,!!!;

Akan tetapi yg patut disayangkan adalah bhw sebelum peristiwa ini terjadi, seorang peneliti sudah mengingatkan akan terjadinya petaka ini. Akan tetapi Si Peneliti di marahi oleh pemerintah dg tuduhan bhw publikasi penelitiannya meresahkan masyarakat,,,!!!. Setelah penelitian ini terbukti, *bukankah berarti Sang Pembunuh ini adalah Pemerintah,,,????*;

Kawan, saya bukan anti Pemerintah,,, akan tetapi saya benci kepada aparaturnya yg sableng,,,!!!!;

_Ahhh,,,,!!!_

Bencana Alam di Palu mengingatkan saya pada doktrin agama mengenai Kiamat. Keadaan dimana Semesta bergolak, mengamuk, saling gempur dan merusak. Pepohonan dan Rumah hancur akibat diserbu serombongan badai, air laut mengamuk dibantu angin puting beliung meruntuhkan segalanya. Manusia mati dibunuh oleh alam secara kejam;

Dalam keadaan seperti itu, tentu tidak akan terdengar lagi suara suling yg ditiup oleh anak pengembala, karena Si Anak telah mati bersama suling2nya. Tidak terdengar pula suara sajak dari _Nona Phie_ yang setiap malam mengalun lembut dibawa desir angin yg bergelut panas dg embun diujung daun;

Bocah Pengembala dan _Nona Phie_, semoga kalian baik2 saja,,,!!!!;

Cangkarman, 02 Oktober 2018;
*)Pengamat Sosial Kemanusiaan dan Advokat Senior.

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Fitur Simulasi Interaktif Google Gemini Meluncur, Pembaca Madura Expose Makin Canggih!

    Terbit: 12 April 2026 | 23:00 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Dunia kecerdasan buatan (AI) kembali diguncang dengan inovasi terbaru dari Google Gemini. Fitur bertajuk Interactive Simulations resmi diperkenalkan ke publik,…

    Kritik dari Trunojoyo: Menelisik Kembali Pesan Kapolri Soal Disiplin Aparat di Madura

    Terbit: 22 Maret 2026 | 03:32 WIB SUMENEP – Pentingnya sinergi dan manajemen internal dalam organisasi kepolisian menjadi sorotan utama dalam dokumentasi digital Madura Expose. Melalui ulasan mengenai respon Kapolri…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *