Said Abdullah Minta Impor Mobil Niaga Dibatalkan, Dorong Pengadaan Unit Dalam Negeri Lewat APBN
Kritik Ketua Banggar Terkait Impor Mobil India: Utamakan Industri Domestik!

oleh -227 Dilihat
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah saat memberikan keterangan terkait rencana impor mobil Agrinas
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menegaskan bahwa belanja APBN harus memberikan nilai tambah bagi ekonomi nasional. (Foto: Dok. Istimewa)
Terbit: 25 Februari 2026 | 08:33 WIB

SUMENEP, MADURA EXPOSE – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, melayangkan kritik tajam terhadap rencana PT Agrinas Pangan Nusantara (Agrinas) yang akan mengimpor 105.000 unit mobil niaga dari India. Tokoh nasional asal Sumenep ini meminta agar kebijakan tersebut dikaji ulang, bahkan dibatalkan karena dinilai kontraproduktif dengan penguatan industri manufaktur dalam negeri.

Said menegaskan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) wajib memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi ekonomi domestik, terutama dalam penyerapan tenaga kerja.

“Jangan sampai anggaran negara dibelanjakan tetapi tidak memberi nilai tambah bagi perekonomian nasional,” tegas Said Abdullah dalam keterangan resminya, Rabu (25/2/2026).

Menjaga Marwah Ekonomi Desa Menurut Said, program prioritas Presiden Prabowo seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dirancang untuk menggerakkan ekonomi dari hulu ke hilir di wilayah pedesaan. Ia menilai, pemenuhan armada niaga seharusnya menjadi peluang besar bagi produsen otomotif dalam negeri untuk ikut ambil bagian.

“Arsitektur perekonomian inilah yang seharusnya dipahami utuh oleh pembantu Presiden, termasuk yang ada di BUMN,” tuturnya.

Dampak pada Manufaktur Nasional Mengutip data dari Center of Economic and Law Studies (Celios), Said memaparkan bahwa impor mobil niaga dalam skala masif berisiko menekan Produk Domestik Bruto (PDB) serta mengurangi pendapatan tenaga kerja di sektor otomotif lokal. Angka 105.000 unit tersebut hampir setara dengan total produksi mobil niaga nasional dalam satu tahun.

“Jika pengadaan dilakukan di dalam negeri, dampaknya bisa besar; mulai dari menggerakkan industri otomotif nasional hingga menciptakan lapangan kerja baru,” tambah pria yang juga politisi senior PDI Perjuangan ini.

Lebih jauh, Said mengingatkan bahwa efisiensi pengadaan barang tidak hanya diukur dari harga beli awal, tetapi juga aspek keberlanjutan seperti ketersediaan suku cadang dan layanan purna jual di seluruh pelosok tanah air.

Red./Editor: Ferry Arbania | Madura Expose

"Dewan Redaksi" MADURA EXPOSE

Gambar Gravatar
www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum