Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang menjadi mitra BPJS tidak dibenarkan menarik biaya pembelian obat dari pasien. Sebab, biaya perawatan dan pembelian obat setiap pasien menjalani perawat inap di RSUD sepenuhnya sudah ditanggung BPJS.

Tapi Fakta di Lapangan bertolak belaka, Pasien BPJS di pelosok Desa seperti di jadikan Dagangan oleh oknum – oknum rumah sakit maupun Puskesmas.

Seperti apa yang di sampaikan (Hakim), Rabu, 20,07,2016. Keluarga Pasien BPJS Kelas1, di RSUD Sampang Madura Jawa Timur.

“Kami di haruskan membayar 9Juta lebih, dengan rincian yang lengkap, tapi rincian tersebut tidak masuk akal Mas, kerana saya tidak mengetahui dan tidak beritahu sebelum nya.
seperti adanya Biaya Oprasi sedang, sedangkan Kami tidak pernah di kasih penjelasan dan di mintai tanda tangan akan ada tindakan (Oprasi), juga, biaya pembersihan luka di kamar pasien, itu tidak pernah di lakukan mas,
Setelah kami protes akhirnya di suruh membayar 5jt sekian mas. ungkap.hakim.

Terkait Pungutan Liar (pungli), terhadap Pasien BPJS, yang di Lakukan oleh pihak RSUD Sampang, di tanggapi dingin oleh Humas RSUD Sampang dr Yuliono,
itu kan hanya satu mas, yang lain kan tidak ada buktinya, bisa di cek kelapangan, mungkin hanya segitu yang di tanggung oleh BPJS Kelas1,
Kilahnya yuliono.

“Jadi, kalau RSUD di Sampang, yang menarik biaya obat dari pasien BPJS perlu dipertanyakan dan segera dilaporkan ke BPJS setempat,” kata Kepala Kantor Layanan Oprasional BPJS Sampang, Endah Purwandari menjawab pertanyaan dari awak media Jawapes.

Sebab, seluruh biaya perawatan dan pembelian obat setiap pasien baik rawat jalan maupun rawat inap di setiap RSUD yang menjadi mitra sudah dibayar oleh BPJS. Karena itu, tidak dibenarkan pihak RSUD menarik biaya pembelian obat dari pasien BPJS.

“Jika obat yang diberikan dokter kepada pasien tidak tersedia di RSUD tersebut, maka pihak rumah sakit yang harus mencarikan sampai dapat dan tidak dibenarkan dibebankan kepada pasien BPJS,” ujarnya.

Korwil Jawapes Group Wilayah Madura, Rifai mengakui cukup banyak keluhan dari masyarakat terkait pungutan Liar (pungli), yang di lakukan oleh pihak RSUD Sampang.

kasus seperti ini, sudah bukan Rahasia umum lagi di Kabupeten Sampang Madura, yang dialami peserta BPJS, terutama bagi mereka yang dirawat inap di RSUD Sampang. Bahkan, pasien BPJS kerap kali diremahkan dan di anak tirikan oleh petugas RSUD Sampang.

Padahal, biaya perawatan dan pembelian obat setiap pasien sudah dibayar oleh BPJS. Bahkan pembayaran lebih awal dari kedatangan pasien,” ujar Rifai.

Berdasarkan kondisi dilapangan saya menemukan pasien BPJS di RSUD Sampang masih dikenakan pungutan biaya ini dan itu secara terang-terangan, dan itu sudah saya sampaikan Langsung Beberapa Waktu yang Lalu kepada Dirut RSUD Sampang dr TITIN, terkait pungutan liar (pungli), di rumah sakit yang sangat menyengsarakan masyarakat tersebut,

Tapi Faktanya tidak ada Tindakan yang nyata, sampai sekarang, untuk merubah imaje RSUD Sampang yang sudah terkenal dengan Calo dan pungli nya, semua hanya pepesan kosong saja apa yg di sampaikan oleh dr TITIN, Untuk menuju sampang sehat dan bebas Calo dan pungli. ungkap Rifai.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

(0n1)