Pamekasan, Pasca Kebakaran yang menimpa Pasar Sadangdang, sebagian pedagang mengeluhkan relokasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan. Sebab, Pasar Gurem yang dijadikan tempat relokasi para pedagang Sadangdang, terlihat sangat sepi. Menurut sebagian pedagang, ketidak jelasan pengelolaan pasar oleh (Pemkab) Pamekasan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Dari pantauan Maduraexpose.com, terlihat banyak ruko yang tutup. Hanya sebagian yang membuka dagangannya. “Sebagian penjual yang disini jarang buka, soalnya kalaupun dibuka, sepi dagangan kita.” Ujar Penjual yang tidak mau menyebut identitasnya tersebut.

Lain Gurem, lain pula Pasar Tumpah. Di Pamekasan, khususnya di jalur Kota, ada beberapa pasar Tumpah membuat kumuh pemandangan Kabupaten berslogan Gerbang Salam ini. Sebagian Penjual, seperti yang ada di Perempatan Pegadaian, mereka menyebut berjualan di ruas trotoar karena tidak ada fasilitas lain.

“Ye ajueleh edimmah pole cong mun benin edinnak. Jhe’ tadhe’ kennengan laen.(Bahasa Madura). (Mau jualan dimana lagi nak kalau bukan disini. Tidak ada tempat lain.)” Ujar pedagang.

Sementara, sebagian warga sekitar mengeluhkan, adanya pasar Tumpah tersebut selalu membuat kemacetan. “Mungkin ini perlu dicarikan solusi mas. Selain terlihat kumuh, tiap hari menimbulkan kemacetan.” Ujar Lutfi, salah satu pengendara motor.

Sementara itu, belum ada pihak yang menjawab persoalan ini. Maduraexpose.com mencoba menghubungi melalui pesan Whatsup Kepala Disperindag, Bambang Edy Suprapto, belum memberikan jawaban.