Sumenep, Maduraexpose.com- Diduga tak terima bantuan beras miskin (raskin) selama kurang lebih 8 bulan sepanjang tahun 2015, membuat warga desa di 10 Desa di seluruh kecamatan Pasongsongan mengadukan persoalan tersebut ke Komnas PKPU yang berkantor di Pamekasan, Madura, Jawa Timur.

“Setelah menerima aduan dari masyarakat desa di Kecamatan Pasongsongan, kami putuskan untuk menindak lanjutinya dengan mengirimkan surat ke pihak DPRD Sumenep agar seluruh penanggung jawab raskin, baik ditingkat desa maupun kecamatan dan Bulog dilakukan klarifikasi secara transparan”, ujar H.Zainal Fatah saat berbincang dengan Maduraexpose.com di kantor DPRD Sumenep kemarin.

Menurut aktivis asal Pasongsongan ini, pihaknya telah melakukan konfirmasi kepada beberapa kepala desa terkait belum dilakukannnya distribusi raskin ke seluruh pihak penerima manfaat.

“Ada rekan Kepala Desa yang beralasan tidak punya uang untuk menebus raskin. Ini khan aneh, sudah berjalan 8 bulan selama Januari 2015, masyarakat mengaku belum terima raskin. Kami sudah berkirim surat resmi ke DPRD Sumenep agar dilakukan konfrontasi dengan seluruh pihak terkait”, tandasnya.

Zainal mengancam akan terus mengawal kasus raskin di kecamatan Pasongsongan tersebut hingga ke akar-akarnya. Pihaknya juga mendesak agar sejumlah kasus raskin yang sudah dalam penanganan aparat penegak hukum di Kabupaten Sumenep untuk segera dituntaskan.

“Apalagi disejumlah media sudah memberitakan tentang penangkapan raskin di Kecamatan Lenteng dan Kecamatan Saronggi beberapa hari lalu. Kami dukung rekan-rekan penyidik Polres untuk segera menetapkan tersangka berikut mafia dibelakangnya”, imbuhnya.

(mex/fer)

HotNews:  Warganet Minta Oknum Kasi Disbudparpora Sumenep Dicopot