RANGKUMAN BERITA UTAMA SUMENEP: Kamis, 30 Oktober 2025

Terbit: 30 Oktober 2025 | 04:39 WIB

I. ⛽ KRISIS PERTALITE DAN TANGGUNG JAWAB PERTAMINA

 

Isu dugaan penurunan kualitas BBM Pertalite yang menyebabkan kerusakan pada sejumlah sepeda motor di Sumenep masih menjadi topik panas. Banyak pengendara melaporkan gejala motor “brebet” dan kerusakan setelah mengisi BBM jenis tersebut.

  • Fokus Investigasi: Pertamina Patra Niaga telah menyatakan produk Pertalite dari Terminal BBM utama dinyatakan on spec (aman). Kini, investigasi difokuskan pada kemungkinan adanya masalah dalam penanganan atau distribusi di tingkat SPBU.
  • Jaminan Ganti Rugi: Pertamina berkomitmen untuk menanggung biaya perbaikan kendaraan yang terbukti terdampak. Konsumen diimbau segera melapor ke posko pengaduan yang telah disiapkan Pertamina untuk proses klaim.
  • Kondisi di Lapangan: Meskipun keluhan marak, dilaporkan bahwa aktivitas pembelian Pertalite di beberapa SPBU Sumenep tetap stabil, dengan masyarakat masih memilihnya karena alasan harga yang lebih ekonomis.

 

II. 🚨 STATUS KLB CAMPAK BELUM BERAKHIR

 

Kondisi kesehatan masyarakat Sumenep masih berada dalam status siaga tinggi setelah status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak yang ditetapkan sejak Agustus 2025, hingga kini belum dicabut.

  • Angka Kasus dan Kematian: Kasus Campak dilaporkan telah menyerang lebih dari 2.100 anak. Yang memprihatinkan, angka kematian dilaporkan telah meningkat, dengan sebagian besar korban (utamanya balita) diketahui belum mendapatkan imunisasi Campak-Rubella (MR).
  • Upaya Penanganan: Dinas Kesehatan Sumenep terus menggenjot program imunisasi kejar dan menargetkan peningkatan cakupan vaksinasi untuk menghentikan penyebaran dan menekan angka fatalitas. Status KLB akan dicabut jika tren kasus menunjukkan penurunan signifikan dan terkendali.

 

III. 👑 HARI JADI KE-756: PENEGUHAN JATI DIRI BUDAYA

 

Rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-756 terus berlangsung, dengan menonjolkan kekayaan sejarah Keraton.

  • ASN Wajib Berbusana Adat: Sebagai bagian dari semangat “Ngopene Soengenep” (Merawat Sumenep), Pemkab mewajibkan seluruh ASN dan pegawai non-ASN mengenakan Baju Adat Keraton Sumenep selama masa perayaan ini. Kebijakan ini adalah simbol kebanggaan, penghormatan terhadap leluhur, dan penegasan identitas daerah.
  • Prosesi Sejarah: Puncak perayaan dimeriahkan dengan Prosesi Arya Wiraraja, reka ulang sejarah penobatan Adipati pertama Sumenep pada tahun 1269 Masehi, yang melibatkan ratusan seniman lokal, termasuk penari topeng. Acara ini menjadi momentum untuk meneladani nilai-nilai kepemimpinan para Raja terdahulu.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *