
MaduraExpose.com- Aksi WikiLeaks yang membongkar ulah Qatar untuk menggagalkan pemilu presiden di Yaman dan transisi kekuasaan kepada Abd Rabbuh Mansur Hadi dengan menggelontorkan dana sebesar 250 juta dolar, merupakan buki lain yang mengindikasikan bahwa Dewan Kerjasama Teluk Persia (PGCC) adalah dewan yang penuh dengan kepentingan saling kontradiksi antara sesama anggota, khususnya antara Qatar dan Arab Saudi.
PGCC, sebuah organisasi Arab yang meski memiliki kesamaan background di antara anggota, namun konvergensi di antara mereka rendah dan kontradiksi kepentingan di antara anggota tinggi. Enam negara anggota PGCC adalah Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Uni Emirat Arab (UEA), Oman dan Kuwait.
Dewan ini sejak tahun 2011 berubah menjadi lembaga yang pasif dan tidak berpengaruh. Kinerja dewan ini sekedar menggelar pertemuan rutin dan merilis statemen pengulangan. Namun seiring dengan meletusnya kebangkitan rakyat di negara-negara Arab di tahun 2011, dewan ini dijadikan alat oleh anggota, khususnya Arab Saudi.
Arena terpenting yang menunjukkan peran PGCC di krisis dunia Arab sejak tahun 2011 dan selanjutnya dalah krisis Bahrain dan Yaman. Di krisis Bahrain, Arab Saudi dalam kedok pasukan Perisai Jazira bersama Uni Emirat Arab dan Kuwait mengirim pasukan ke Manama. Sementara negara seperti Qatar dan Oman tidak turut ambil bagian dalam program tersebut.
Oman tercatat sebagai negara anggota PGCC yang tidak berminat mengirim pasukan ke negara Arab lainnya. Namun Qatar dengan sikapnya yang tidak ambil bagian dalam militeralisasi ke Bahrain, menunjukkan bahwa Doha menentang gagasan Arab Saudi.
Sementara di krisis Yaman, PGCC dengan pimpinan Arab Saudi kembali memainkan peran aktif dan tujuan dari usaha dewan ini adalah mencegah kemenangan revolusi rakyat Yaman. Pengunduran diri Ali Abdullah Saleh dari tampuk kekuasaan dengan imbalan kekebalan hukum dan penyelenggaraan pemilu sandiwara adalah prakarsa PGCC pimpinan Arab Saudi guna menghalangi kemenangan revolusi rakyat Yaman.
Meski demikian kontradiksi antara Qatar dan Arab Saudi di krisis Yaman dan Bahrain sedemikian transparan, karena ketika pemerintah terguling Yaman pimpinan Ali Abdullah Saleh yang mendapat dukungan Arab Saudi, berulang kali memprotes pemerintah Qatar.
Alasan protes pemerintah Saleh waktu itu adalah mereka meyakini bahwa Qatar mendukung kubu oposisi Yaman dan televisi Aljazeera juga menyiarkan program mendukung oposisi.
Kini dokumen yang dirilis Wikileaks terkait penggelontoran dana sebesar 250 juta dolar oleh Qatar untuk menggagalkan pemilu presiden Yaman di tahun 2012 membuktikan bahwa Doha berusaha menunjukkan diri bukan sebagai rival Arab Saudi secara terang-terangan. Strategi Qatar ini sama halnya mengindikasikan bahwa di tubuh PGCC kontradiksi kepentingan sangat tinggi. (IRIB Indonesia/MF)



![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)
