Prabowo Tolak Utusan Jokowi karena Tak Ingin Kompromi

Terbit: 24 April 2019 | 19:38 WIB

https://youtu.be/SLheH3lbTDM
MaduraExpose. Ketua Badan Pemenangan Nasional atau BPN Prabowo-Sandi, Jenderal TNI (Purn) Djoko Santoso mengatakan, kemenangan Prabowo-Sandi sudah tidak bisa berubah lagi.

Djoko menyampaikan hal itu dalam syukuran dan konsolidasi relawan Prabowo-Sandiaga di Padepokan Pencak Silat, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur, Rabu 24 April 2019.

“Pernyataan Prabowo menang itu adalah titik yang enggak bisa kembali. Untuk itu, kita harus siap berjuang,” kata Djoko, Rabu 24 April 2019.

Djoko juga mengatakan, terkait keputusan tersebut tidak bisa dikompromikan lagi. Termasuk, beberapa waktu lalu, dari Presiden Jokowi mencoba mengirim utusan untuk menemui Prabowo, namun utusan tersebut ditolak oleh Prabowo.

“Ingat, tidak ada kompromi. Sejarah mengajari kita, mengapa sejarah kita adalah non cooperation. Tidak ada kompromi. Syukur alhamdulillah itu menolak utusan-utusan itu. Pak Prabowo setia kepada kita semua dan kita harus setia kepada Prabowo-Sandi,” ujarnya.

Menurut Djoko, saat ini, bangsa Indonesia tengah mengalami ujian mempertahankan kedaulatan rakyat. Karena saat ini, rakyat dinilai telah dicurangi.

“Saudara-saudara sekalian, kita sesungguhnya bukan bangsa yang lemah, berkali-kali kita diuji. Sekarang kita diuji, mampu enggak kita mempertahankan kedaulatan saudara-saudara. Saudara sekalian dicurangi, itu artinya mengerosi kedaulatan rakyat,” ujarnya.

Djoko juga menginstruksikan, agar setiap daerah menggelar syukuran kemenangan Prabowo. Sebab, kemenangan Prabowo sudah dapat dipastikan.

Melihat sejumlah daerah Prabowo mendapatkan kemenangan, Djoko semakin yakin rakyat inginkan perubahan. Jika hasil akhir menunjukkan kekalahan Prabowo, diduga kuat ada rekayasa.

“Tidak mungkin Prabowo kalah. Jawa menang, Sumatera menang, Kalimantan Selatan dan Timur. Jadi dilihat gelobang saja, itu omongan saja kalau kalah. itu pasti direkayasa,” kata Djoko.

Terkait adanya kecurangan, Djoko meminta, agar relawan tidam terprovokasi. “Itulah beberapa hal yang bisa saya sampaikan. Jangan terprovokasi. Jangan terpancing. Kita tetap menginginkan kedamaian. Tetapi damai itu satu proses akibat dari satu sebab. Kalau dalam pemilu itu prosesnya tidak jurdil, maka kita jadi itulah kita tuntut jujur dan adil,” ujarnya. (vv)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *