Prabowo & Barisan Kiai: ‘Pagar Betis’ Geopolitik di Istana!

Terbit: 7 Maret 2026 | 02:58 WIB

MADURA EXPOSE, JAKARTA – Di tengah pusaran badai geopolitik global yang kian tak menentu, Presiden Prabowo Subianto memilih “jalan sunyi” yang kokoh: merangkul para Kiai dan tokoh ormas Islam. Di Istana Negara, suasananya bukan lagi sekadar seremonial, melainkan diskusi strategis tentang nasib bangsa di peta dunia. Prabowo menegaskan bahwa setiap tarikan napas keputusan pemerintah adalah demi rakyat, sembari memosisikan Indonesia sebagai “Jembatan Emas” bagi perdamaian dunia yang kini sedang koyak.

“Bersama para Kiai, saya semakin optimis. Kita jaga Indonesia tetap nyaman,” tegas Prabowo (7/3/2026). Pertemuan ini menjadi sinyal kuat bahwa stabilitas domestik adalah “benteng” utama sebelum Indonesia melangkah lebih jauh dalam diplomasi global yang kian panas pasca-insiden di Samudra Hindia.

Analisis Administrasi Publik: Sinergi Ulama-Umara sebagai Pilar ‘National Resilience’

Dalam perspektif Ketahanan Nasional (Lemhannas), pertemuan di Istana ini merupakan implementasi dari Total Defense System (Sistem Pertahanan Semesta). Prabowo menyadari bahwa di era ketidakpastian global, legitimasi kebijakan luar negeri harus berakar pada stabilitas sosiologis di dalam negeri. Sinergi antara “Ulama dan Umara” bukan sekadar retorika, melainkan strategi administrasi untuk meredam potensi riak di akar rumput akibat isu internasional.

Secara teoretis, langkah Presiden ini adalah bentuk Political Risk Mitigation (Mitigasi Risiko Politik). Dengan melibatkan tokoh agama dalam diskusi geopolitik, pemerintah memastikan adanya kesatuan visi antara pengambil kebijakan dengan pembentuk opini publik (ulama). Indonesia tidak hanya ingin menjadi penonton, tetapi menjadi Mediator aktif—sebuah peran strategis yang memerlukan dukungan moral kolektif dari seluruh elemen bangsa. Kehadiran para Kiai di Istana adalah jaminan bahwa Indonesia akan tetap menjadi “Oase Tenang” di tengah gurun konflik dunia yang kian membara.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Presiden Prabowo Tinjau Gudang Bulog Magelang: Stok 7.000 Ton Aman, Kualitas Jadi Harga Mati

Terbit: 20 April 2026 | 13:30 WIB MAGELANG, MaduraExpose.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kompleks Gudang Bulog Danurejo, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Sabtu (18/04/2026). Langkah strategis…

Ultimatum Manis Menkeu

Terbit: 15 April 2026 | 20:00 WIB JAKARTA – Kebijakan fiskal terkait industri hasil tembakau kembali memasuki babak krusial. Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, meluncurkan ultimatum strategis terhadap peredaran rokok…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *