Tim Forensik Polda Jatim saat melakukan otopsi jasad Titin Kholidah, Warga Dusun Prigi, Desa Gadu Barat, Ganding, Sumenep, Madura. [Dok.Maduraexpose.com]

MADURAEXPOSE.COM—Meski sudah melibatkan tim forensik Polda Jawa Timur, pihak Polres Sumenep mengaku belum bisa membeberkan penyebab kematian Titin Kholidah, siswi Madrasah Aliyah Dusun Prigi, Desa Gadu Barat, Kecamatan Ganding Sumenep.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Titin Kholidah ditemukan tewas dalam kondisi jasad yang sudah membusuk, di sebuah hutan jati yang terletak dikawasan Dusun Gunung Barat, Desa Sergang, Kecamatan Batuputih, Sumenep, Madura, Jawa Timur pada Minggu kemarin.
Saat ditemukan, wajah korban sudah tidak bisa dikenali karena sudah terlihat membusuk. Bahkan tulang belulang korban juga banyak yang lepas dari ruasnya.

Beruntung pada keesokan harinya, dua orang yang mengaku pasutri asal Dusun Prigi, Desa Gadu Barat, Ganding mengaku mengenali mayat tersebut dari aksesoris yang masih melekat ditubuh korban seperti anting, cincin dan kalung.

Agar lebih meyakinkan, pihak Polres Sumenep mendatangkan tim forensik Poldnna Jawa Timur guna melakukan identifikasi penyebab kematian korban yang dinilai tidak wajar.

“Kita belum bisa bisa beberkan hasil otopsi hari ini. Karena hasilnya masih akan didalami oleh tim forensik Polda,” ujar Kasatreskrim Polres Sumenep, AKP Moh.Nur Amin, Rabu 1 November 2016.

Sementara beberapa aparat desa Gadu Barat, saat dihubungi Maduraexpose mengaku tidak yakin jika Titin mati bunuh diri.
“Kami tidak yakin Titin bunuh diri. Jangan-jangan dia memang dibunuh seseorang,”ujar salah aparat desa Gadu Barat sambil meminta identitasnya dirahasiakan sementara waktu. [Nur/Ferry]