MADURA EXPOSE–Sejumlah kalangan menilai, Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang diusung oleh Partai Demokrasi Perjuangan (PDIP) mulai tidak konsisten dengan keputusannya yang telah merelokasi semua PKL di areal Tama Bunga Sumenep sejak 1 Syawal 1437 H lalu. Ini terbukti, pada Minggu pagi sekitar Pukul 09.00 WIB, banyak PKL yang dengan terang-terangan berjualan di areal taman Adipura tersebut.

Anehnya, tak ada satupun petugas yang melarang ataupun mengusir mereka. Hal ini membuat Ketua Gerakan Anti Korupsi Indonesia (GAKI) menganggap Wabup Fauzi mulai tidak konsisten menghadapi kenyataan pahit atas penolakan para PKL yang selama ini memilih berdiam diri tidak melakukan perlawanan.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Banyaknya PKL yang bebas berjualan diareal Taman Adipura itu jelas menunjukkan jika Wabup Achmad Fauzi mulai tidak konsisten. Kami sangat menyayangkan hal tersebut terjadi pembiaran. Semakin jelas, kalau relokasi PKL memang tidak punya konsep yang jelas hingga dampaknya membuat wong cilik jadi sengsara,” terang Ach Farid Azziyadi, Ketua GAKI Sumenep, Minggu (24/07/2016).

Makin kacaunya situasi pedagang pasca relokasi PKL Adipura ini, membuat pihaknya mengaku sangat prihatin. Bahkan dalam waktu dekat, Farid akan berkirim surat kepada pimpinan partai PDI Perjuangan baik di daerah maupun pusat agar memberikan teguran sekaligus mengevaluasi sepkat terjang Wabup Sumenep yang telah merelokasi PKL tanpa solusi yang manusiawi.

“Relokasi PKL yang dilakukan Wabup ini saya pikir kurang manusiawi karena dilakukan tanpa solusi. Malah yang terjadi, ratusan pedagang sengsara dan sebagian dikejar-kejar setoran ke bank. Itu terjadi karena pasca relokasi, sebagian besar pedagang kehilangan mata pencaharian mereka,” pungkasnya. [L28/Ferry]